Ustadz Adi Hidayat Donasikan Rp30 Miliar untuk Palestina

145

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk rakyat Palestina dengan total bantuan sebesar Rp30.880.110.889.54. Sebanyak 24,5 miliar telah disalurkan pada hari Senin,(24/05/2021).

“Kami mendorong proses tolong menolong dalam segala hal kebaikan guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kami juga minta masyarakat berdoa dan mengimbau melakukan donasi dimulai sejak 16 Mei yang ditutup di hari Sabtu 22 Mei kurang lebih berlangsung selama enam hari,” papar Ustadz Adi Hidayat dalam penyerahan donasi dari rakyat Indonesia untuk keluarga Gaza, Senin,(24/05/2021) di Jakarta.

Dana akan dibagikan kepada tiga kelompok. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan mendesak di Palestina. Donasi telah ditransfer sebesar USD715.000 kepada International Networking for Humanitarian (INH).

Program bantuan dana untuk korban agresi Palestina meliputi kebutuhan sembako satu keluarga sekitar 4-7 jiwa dengan total bantuan 1.000 sembako seharga USD 50 (total USD50.000), santunan kepada 500 keluarga syuhada sebsesar USD500 (total USD 250.000), obat-obat senilai USD50.000, ambulans dan berbagai bantuan lainnya.

“Sudah kami transfer dan telah diterima, kami memberikan pesan bahwa donasi tersebut atas nama rakyat Indonesia untuk keluarga Gaza. Ini semua perjuangan kita dari seluruh rakyat Indonesia,”papar Ustadz Adi.

Kedua, donasi diberikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekjen MUI Amirsyah Tambunan senilai USD 1.000.000 atau 14,3 milliar secara simbolis kepada MUI lalu diberikan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun.

Ketiga, donasi senilai Rp5 miliar lebih digunakan untuk mendukung pendidikan warga Palestina yang studi di Indonesia.

“Kita salurkan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI),untuk support warga Palestina untuk menampung mereka belajar di Indonesia. Insya Allah akan membangun masyarakatnya ketika mereka pulang ke negaranya dengan bekal-bekal yang didapatkan dari Indonesia,” harapnya.

Terakhir, dia pun meminta khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk selalu mengawasi pergerakan uang donasi tersebut.

“Semoga diterima sebagai amal ibadah. Mohon dipantau oleh OJK dan PPATK sehingga semuanya terbuka. Kita telah bekerja sama dengan kantor akuntan publik selama lima tahun dan semua jelas dan transparan,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here