Ustadz Adi Hidayat Bantah Wali Songo Keturunan Tionghoa

7408

Prabu Siliwangi punya control ibu dari mulai banten sampai ke perbatasan Jawa, sampai nanti ada salah satu candi cepak di wilayah karang anyar ke sebelah atas kesana. Nah disini ketika sedang berdakwah Islam sudah muncul sebagiannya, ketika masuk ke daerah Karawang.

Ketika masuk ke daerah karawang ditemukan seorang perempuan itu terdengar suaranya sedang mengaji, suaranya lembut sekali, bagus, dilihat orangnya cantik luar biasa namanya Nyai Subang Larang.

Nyai Subang larang ini ternyata anak pembesar muslim dia sedang belajar pesantren jadi santri dari satu guru besar yang baru pulang dari Makkah. Makkah dulu dikenal Umul Quro maka gurunya disebut dengan Syaikh Quro.

Namanya Syaikh Hasanudin dikenal syaikh Quro maka jadi muridnya ketahuan oleh Prabu Siliwangi tentang kebaikannya. Maka diminta untuk jadi bagian dari istrinya.

Tapi apa yang disampaikan Nyai Subang Lara, apa yang disampaikan, ini bisa mengatakan apa saja, tapi dengan kekuatan imannya dia katakana, “Anda boleh nikahi saya kalau mau masuk Islam, singkatnya mau.

Jika kalimat dikeluarkan dengan nilai keimanan, tidak pernah dipakai maksiat
itu nanti ada kekuatan-kekuatan yang Allah menggerakkan, maka masuk Islam lah Prabu Siliwangi nama Asli Pamenah Rasa. Dari pernikahan itu melahirkan tiga orang anak, dua laki-laki satu perempuan, anak pertama lahir tahun 1423 diberi nama dengan Walasungsang.

Anak kedua lahir tahun 1426 diberi nama Lara Santang, anak ke-3 lahir 1427 diberi nama dengan ajak sengarang. Semuannya masuk Islam pelan-pelan, semua masuk Islam, Walasungsang berganti nama dengan Abdullah Iman dan Lara santang berganti menjadi Syarifah Mudaim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here