Ustadz Adi Hidayat Bantah Wali Songo Keturunan Tionghoa

7407

Ini persoalan-persoalan disini, maka diutuslah kemudian oleh Sultan Turki pada saat itu, kisaran tahun 1400-an di awal masa ke-13 dari 1200 sampai ke 1400-an, dikirimkan ulama-ulama, ini ulama-ulama yang dekat Allah.

Mereka yang paham tentang sistem kehidupan dan tahu tentang fiqih dakwah, dalam bahasa arab orang yang punya ilmu dan dekat dengan Allah, itu bukan cuma disebut ulama tapi wali, jamaknya aulia.

Misalnya QS. ke-2 Al-Baqarah ayat 257 yang artinya Allah menjadi wali bagi orang-orang beriman. Maksudnya memberikan dia ilmu, kekuatan dan sebagainya, maka diutuslah sembilan orang pada saat itu.

Mereka itu semuanya dari Arab, ada yang dari Palestina, Syaikh Hasanuddin misalnya, ada dari Mesir Syaikh Ahmad Jumadil Qubra, Ahmad Jumadil Qubro ini ahli dakwah, ahli fiqih juga, ahli islam yang nanti punya dua orang anak, anak pertamanya dibawa ke nusantara, anak keduanya tinggal di Mesir.

Ahmad Jumadil Qubro berdakwah sampai ke ujung Sumatera. Siapa Ahmad Jumadil
Qubro ini? Seorang ulama besar dari Mesir ahli dakwah, dibawa kemudian anaknya salah
satunya adalah Maulana Ishaq.

Maulana Ishaq itu yang tadi, yang saya turunkan sampai muncul KH Ahmad Dahlan sampai KH Hasyim Asyari. Satu lagi dia tinggal di mesir bernama Syarif Abdullah, ini bukan Sunan Gunung Jati.

Ini yang menarik ketika beliau berdakwah di kisaran abad ke-15 sampai awal abad ke-15, di situ sedang dikuasai di wilayah sunda sampai ke pertengahan jawa oleh satu kerajaan besar, satu daerah sunda wiwitan, padjajaran, lebih dekat ke Hindu sebetulnya rajanya Prabu Siliwangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here