Usir Virus Corona, Kita perlu GISS (Gerakan Indonesia Shalat Subuh)

332
Al-Khaththath
Muhammad Al-Khaththath.

Oleh: KH. Muhammad Al-Khaththath (Penggagas dan Penggerak GISS dan Sekjen FUI)

Di tengah kepanikan dunia karena merebaknya virus Corona yang membuat RRC kalang kabut dan untuk pertama kalinya pemerintah RRC minta tolong kepada umat Islam, khususnya Uighur yang selama ini terzalimi, agar umat Islam berdoa untuk kejayaan RRC. Padahal selama ini orang-orang China Komunis tidak percaya akan adanya Tuhan.

Bahkan belum lama ini dengan sombongnya presiden RRC Xi Jin Ping mengatakan, “Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan Negara kami!”

Allah Al-Malikul Quddus, Maha Raja yang Maha Suci, memberi pelajaran kepada pemerintah dan rakyat China bahkan dunia bahwa kekuatan manusia sungguh kecil dan lemah di hadapan Allah SWT Penguasa seluruh Alam Jagad Raya. Laa haula walaa quwwata illa billah aliyyil azhiim, tidak ada daya dan Kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung!

Sistem apapun di dunia ini yang dibangun tidak di atas keyakinan kepada Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa, pasti akan lemah dan hancur! Allah SWT Tuhan YME telah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui,” (QS. Al-Ankabut ayat 41).

Kata kalangkabut dalam bahasa Indonesia bukanlah berasal dari kata kalang dan kabut, tapi tampaknya serapan dari ayat tersebut kamatsalil ankabut dihapus lafaz matsali sehingga menjadi kal-ankabut, artinya seperti laba-laba, yang rumahnya paling lemah, yang tidak bisa melindungi penghuninya dari bahaya panas, debu, dan hujan.

Oleh karena itu, kekuatan dan kejayaan suatu umat dan bangsa akan diperoleh manakala mereka mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah Yang Maha Perkasa.

Dan Allah Yang Maha Mengalahkan menjamin akan menolong dan memenangkan suatu umat dan bangsa jika mereka menolong agama Allah (QS. Muhammad ayat 7) dan menjaga tegaknya empat pilar kokohnya bangsa dan negara, yakni “Bangsa yang menegakkan shalat, bangsa yang membayar zakat, bangsa yang beramar ma’ruf, dan bangsa yang melakukan nahi munkar,” (QS. Al-Hajj ayat 41).

Di sinilah perlunya kita kepada Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS) yang didedikasikan untuk menegakkan 4 pilar pengokoh bangsa.

Dalam kaitannya dengan situasi dan kondisi ekonomi Indonesia yang sangat memburuk hari ini akibat terdampak oleh melemahnya ekonomi RRC akibat wabah Virus Corona yang telah mematikan ribuan warga RRC dan mulai merebak menginfeksi penduduk dunia hingga menginfeksi para jamaah haji di Mekkah, juga terpuruknya ekonomi Indonesia yang bangkrut karena mega korupsi Jiwasraya dkk., kita butuh gerakan seluruh umat dan bangsa untuk kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa yang telah diyakini para pendiri bangsa ini (founding fathers) dalam pernyataan mereka di Pembukaan UUD 1945.

GISS adalah gerakan yang mengajak seluruh umat Islam memenuhi masjid dan musholla untuk shalat Subuh Berjamaah hingga masjid-masjid penuh seperti Shalat Jum’at dan bersama-sama bertobat, beristighfar, dan memohon pertolongan Allah Yang Maha Kuasa agar Indonesia diberi keselamatan dari berbagai bencana dan musibah serta diberi kekuatan dan kebangkitan ekonomi dan politik sehingga NKRI menjadi Negara yang besar dan jaya.

Oleh karena itu, gerakan GISS ini wajib dilakukan dan didukung oleh seluruh umat Islam dan Bangsa Indonesia, kalau sekiranya mereka masih beriman kepada Tuhan YME, ya kalau sekiranya mereka masih yakin bahwa Tuhan YME adalah Allah Yang Maha Kuasa sebagaimana yang disebut dalam Pembukaan UUD 1945.

Untuk itulah GISS mendukung dan berpartisipasi aktif untuk mengajak umat hadir dalam kegiatan Gerakan Subuh Gabungan yang diadakan oleh DMI dan MUI Kecamatan Ciracas Jakarta Timur insyaallah hari Ahad 8 Maret 2020 di Masjid Baitul Muslim, Jalan Raya Poncol, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, mulai pukul 04.00 wib. hingga selesai.

Bahkan GISS menganjurkan agar ditambahkan dengan adanya bazar dan sembako murah untuk menarik partisipasi umat, khususnya kaum dluafa. Semoga semua yang datang ke Masjid di waktu Subuh, sekalipun semula hanya berharap mendapatkan kebutuhan materi mereka, mereka mendapatkan hidayah dan keberkahan dari Allah SWT.

Jakarta, 6 Maret 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here