Usamah Hisyam: Partai Demokrat Jangan Diobok-obok

433
Usamah Hisyam - Ok
Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam. (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Partai Demokrat merupakan aset nasional yang dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa karena memiliki karakter yang dapat menjadi jangkar bagi ekistensi idiologi nasional.

Oleh karna itu, partai yang kelahirannya dibidani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini harus dijaga keberadaannya oleh semua pihak.

Dalam konteks itu sangat disayangkan jika ada pihak-pihak yang hendak memecah belah melalui politik adu domba terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD).

Hal itu ditegaskan Usamah Hisyam M.Sos, mantan Ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Banten (2005-2008), yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) di Jakarta, Selasa (2/2/2021) petang.

Baca juga: Mahfud MD Bantah Restui Moeldoko Melakukan Kudeta Ketum Demokrat

Seperti diketahui, AHY Menyayangkan ada pihak-pihak yang melibatkan lingkaran istana untuk melakukan kudeta melalui mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.

Sementara itu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta agar semua pihak tidak mengkaitkan isu tersebut dengan Presiden Joko Widodo.

Usamah mengatakan, Partai Demokrat memang menjadi ancaman kembali bagi sejumlah elit politik yang sudah lama berseberangan dengan SBY. Karena itu salah satu strategi yang harus dilakukan untuk menghambat laju perolehan suara PD menuju pemilu 2024 adalah memecah kepemimpinan Partai Demokrat.

“Kader-kader PD harus memahami konstelasi politik nasional ini. Ada pihak yang tidak suka PD kembali berjaya seperti pemilu 2004 dan 2009,” ujar Usamah usai memimpin rapat Parmusi.

Baca juga: Respons Moeldoko Disebut dalam Isu Kudeta Ketum Demokrat AHY

Di sisi lain, Usamah mengimbau AHY agar tetap bersyukur kepada Allah Ta’ala karena di bawah kepemimpinannya sebagai pemegang tongkat estafet PD, partainya masih disegani sehingga ada pihak yang ingin mengobok-obok.

Penulis biografi SBY Sang Demokrat ini mengingatkan, Partai Demokrat menjadi besar pada Pemilu 2004 karena berkembangnya isu di masyarakat bahwa SBY dizhalimi penguasa saat itu.

“Rakyat tidak diam. Justru sebaliknya memberikan simpati dan dukungan terhadap Partai Demokrat, bahkan SBY terpilih menjadi presiden dua priode,” ungkap Usamah.

Ia menandaskan, sebagai penulis biografi SBY, dirinya mengenal betul watak dan pribadi SBY yang sangat mewarnai platform politik PD.

“Yang sangat menonjol, Pak SBY ingin PD dapat menjadi jangkar bagi kehidupan nasional, bagi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Artinya, secara ideologis tidak terbawa ke kiri tidak pula ke kanan, tetapi tetap di tengah-tengah mempertahankan ideologi nasional, Pancasila dan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945,” tegas Usamah.

Karena itu, lanjutnya, di tengah dinamika situasi dan kondisi politik yang kini sedang ditarik ke kiri dan ke kanan, eksistensi PD harus tetap dipertahankan bahkan harus dikembangkan kembali kejayaannya di bawah kepemimpinan orang muda yang energik seperti AHY.

Saat ditanya, apakah itu berarti Parmusi yang memiliki ribuan dai di seluruh Indonesia akan menyalurkan aspirasi politiknya kepada PD pada Pemilu 20024, Usamah menjawab diplomatis bahwa Parmusi saat ini identik dengan ‘Connecting Muslim’.

“Terus terang, saya sudah lebih 10 tahun tidak pernah berkomunikasi apalagi bertemu Pak SBY. Beliau sangat sibuk dan saya juga sibuk. Tetapi, saya akan kecam keras siapa pun yang bermaksud mengobok-obok PD. Karena partai ini aset nasional untuk generasi bangsa ke depan,” ucap Usamah. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here