Usamah Hisyam Mundur dari Penasihat PA 212

7030
Usamah dan Slamet Maarif
Usamah Hisyam memberikan surat pengunduran dirinya sebagai Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212. Surat diberikan kepada Ketua Umum PA 212 Ustadz Slamet Maarif di Jakarta, Senin malam (12/11/2018). (Foto: Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Tokoh aktivis pergerakan Islam Usamah Hisyam secara mengejutkan mundur dari Persaudaraan Alumni 212. Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi keputusan mantan Bendahara Reuni Agung 212 tahun 2017 tersebut.

Usamah secara pribadi menyatakan pengunduran dirinya sebagai anggota Penasihat PA 212 melalui surat yang diserahkan kepada Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di kantor Dharmapena Group di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin malam (12/11/2018).

Berikut isi surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif serta ditembuskan juga kepada Ketua Dewan Pembina PA 212, Muhammad Rizieq Shihab dan Ketua Dewan Penasihat PA 212 Prof Dr. H. Amien Rais:

KEPADA YTH,

KETUA UMUM PA 212

USTADZ SELAMAT MAARIF

DI JAKARTA

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga Saudara senantiasa dalam keadaan sehat walafiat serta diridhoi Allah SWT dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Bersama ini perkenan kan Saya menyampaikan pengunduran diri dari anggota Penasehat Persaudaraan Alumni 212, dengan pertimbangan prinsipil sebagai berikut:

  1. Persaudaraan Alumni 212 hakikatnya adalah suatu wadah (paguyuban) yang seyogyanya dapat mempersatukan dan menjalin ukhuwah islamiyah di kalangan ummat islam Indonesia dalam semangat Aksi Bela Islam / Al Quran / Al Maidah 51, dan hal ini dapat Saya merasakan hingga berlangsungnya Reuni Agung 212 tahun 2017, dimana saya diamanatkan dan melaksanakan tugas sepenuh hati sebagai bendahara panitia (organizing committee) demi suksesnya kegiatan tersebut.
  2. Dalam tiga bulan terakhir, terutama memasuki tahapan Pileg dan Pilpres 2019, saya melihat arah perjuangan PA 212 tidak murni lagi sesuai apa yang Saya harapkan pada poin pertama, sebaliknya lebih banyak mengarah pada tim sukses salah satu calon Presiden, sehingga Saya pribadi memutuskan lebih baik mengundurkan diri dari keanggotaan penasehat.
  3. Dengan tetap memohon ridho Allah SWT, izinkan saya mengutip salah satu ayat yang terkandung di dalam surat Al-Baqarah [2]: 216, yang dapat kita camkan bersama-sama, yang artinya: “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Semoga keputusan Saya ini tidak mengurangi makna silaturahim yang tetap dapat terbangun dalam konteks menjalin ukhuwah islamiyah.

Wabillahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Hormat Saya,

DRS. H. USAMAH HISYAM

2 KOMENTAR

  1. Bisa ditambahkan lagi ayatnya yg laim..sudah jelas antara yg haq Dan yg bathil…jd kalo membenci yg samar2 memang harus dgn petunjuk Allah…kalo sudah jelas2 Haram apakah masih cocok dgn dalil tsb…??? Apalagi bersekutu dgn kaum munafiqun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here