Usamah Hisyam: Empat Cara Agar Allah Limpahkan Keberkahan

464
UH - Rawamangun
Ketua Umum PP PARMUSI, H. Usamah Hisyam, saat memberikan taushiyah di Masjid Nurul Jami, Rawamangun, Jaktim, Ahad (29/10/2017). (Foto: Edwin Budiarso).

Jakarta, MuslimObsession.com – Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) H. Usamah Hisyam, menilai Indonesia hanya bisa tampil sebagai baldatun thayibatun warabbun ghafur jika rakyatnya hidup dalam keberkahan dari Allah Swt.

Hal itu disampaikan Usamah saat berceramah di hadapan jamaah Shalat Subuh Masjid Nurul Jami’, Rawamangun, Jakarta Timur pada Ahad (29/10/2017).

Untuk menggampai keberkahan Allah, menurutnya, ada empat hal yang harus dilakukan.

“Pertama adalah iman dan takwa kepada Allah. Ini sangat mendasar karena ketauhidan seorang manusia kepada Allah adalah modal dasar agar Allah ridha kepada kita,” ujar Usamah.

Usamah menjelaskan, salah satu indikator meningkatnya keimanan dan ketakwaan adalah ramainya setiap masjid oleh jamaah Shalat Subuh.

Indikator lainnya, imbuh Usamah, setiap individu mengukur diri terhadap aktivitas ibadahnya.

Kedua, berbakti kepada kedua orangtua. Usamah meyakini bahwa jalan keberkahan dapat terbuka jika seseorang berbakti kepada kedua orangtuanya.

“Ini jalan pintas bagi Anda yang ingin hidupnya berkah. Sayangi dan berbaktilah kepada ibu dan bapak. Ini juga menjadi kesempatan kita untuk membalas jasa keduanya,” kata Usamah.

Ketiga, lanjut Usamah, untuk mendapatkan keberkahan setiap individu muslim harus membangun akhlak mulia.

Membangun akhlak mulia harus dimulai dari perilaku yang sopan dan santun. Termasuk juga bersikap memuliakan lingkungan sekitarnya.

“Contoh terbaik soal akhlak ini ada pada diri Rasulullah Saw.,” tegasnya.

Dan keempat, berniaga dengan Allah Swt. Menurut Usamah, cara keempat ini adalah yang tertinggi karena cara ini bisa dijalankan ketika iman seseorang sudah tertancap kuat.

Usamah menjelaskan, berniaga dengan Allah ini merupakan jihad fi sabilillah. Orang-orang yang masuk kategori ini, tegasnya, adalah mereka yang sudah ikhlas menyerahkan harta dan dirinya.

“Mulai saja dari hal paling ringan, yaitu menyantuni anak yatim, orang miskin, dan dhuafa,” ujarnya.

Contoh lain berniaga dengan Allah, lanjut Usamah, adalah melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Oleh karenanya Usamah pun mengajak jamaah untuk memperhatikan lingkungannya dan mulai menerapkan amar ma’ruf dan nahi munkar.

“Kita beruntung, alhamdullilah, saat ini Jakarta dipimpin seorang gubernur muslim. Semoga amar ma’ruf dan nahi munkar justru digiatkan dari mulai atas,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here