Usai Divaksin, Warga di Malang Alami Kebutaan, Begini Ceritanya

69
Dokter sedang mengambil cairan vaksin Sinovac.

Jakarta, Muslim Obsession – Tidak semua orang yang divaksin tetap dalam kondisi sehat. Ada beberapa warga ditemukan justru mengalami gangguan kesehatan usai divaksin. Meskinpun persentasinya sangatlah sedikit.

Seperti halnya seorang warga di Kota Malang, Jawa Timur, Joko Santoso (38). Ia harus mengalami kebutaan usai vaksinasi Covid-19. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik dan berharap bisa segera pulih seperti sediakala.

Joko yang merupakan warga Jalan Burung Gereja, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, mengatakan saat ini penglihatannya sudah mulai membaik meskipun baru bisa melihat bayangan hitam dan putih.

“Sekarang masih hitam putih untuk melihat. Sudah 75 persen (membaik). Sudah bisa berjalan sendiri,” kata Joko kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, Kamis (2/12).

Joko menjelaskan awal mula ia mengikuti program vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin jenis AstraZeneca pada 3 September 2021 di kediaman Ketua RW setempat. Saat itu, berdasarkan hasil skrining, Joko dalam kondisi sehat dan normal.

Kemudian, lanjutnya, usai mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 ia menunggu kurang lebih selama 15 menit untuk observasi dan mendapatkan surat keterangan vaksinasi. Namun, karena menunggu terlalu lama, Joko akhirnya memilih pulang.

“Kemudian saat berada di rumah saya mual dan sempat muntah dua kali. Saya menelepon istri dan diminta untuk minum vitamin C. Setelah itu saya istirahat sampai istri saya pulang,” katanya.

Pada malam harinya, saat Joko akan mengoperasikan ponsel miliknya, dia merasa penglihatannya agak kabur. Saat itu, Joko menduga kaburnya pandangan mata tersebut karena dirinya mengantuk, sehingga dia pun memilih beristirahat.

Keesokan harinya saat terbangun dari tidurnya, Joko tidak bisa melihat apapun. Pandangan mata Joko gelap. Akibat kejadian itu, kemudian istri Joko yang bernama Titik Andayani (35) melaporkan hal itu kepada Ketua RW, dan Joko langsung dibawa ke rumah sakit.

“Pagi harinya saya dibangunkan istri untuk bekerja. Namun, pandangan mata saya gelap. Istri saya melaporkan ke RW, dan saya dibawa ke RS Reva Husada yang kemudian dirujuk ke RSUD Saiful Anwar,” katanya.

Joko sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang selama kurang lebih 11 hari. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kelainan kesehatan. Dokter juga menyatakan bahwa Joko dalam kondisi normal.

“Sampai saat ini masih diobservasi terus perkembangannya. Mata sebelah kiri yang paling baik dan sudah mendekati normal,” ujarnya.

Ia berharap kondisinya bisa segera pulih dan kembali bekerja. Sebelum penglihatan Joko terganggu, ia bekerja sebagai kuli bangunan di wilayah Malang Raya. Saat ini, hanya istri Joko, Titik Andayani (35), yang bekerja di sebuah apotek yang ada di Kota Malang. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here