Upaya Menghalangi Dakwah di Masa Lalu

186

Mamah Dedeh

JIKALAU di masa Orde Baru  yang refresif diberlakukan rupa-rupa cara untuk menghambat dakwah Islam, dari cara kasar hingga cara halus, tentulah di era reformasi yang konon telah serba demokratis ini tidak boleh lagi ada upaya-upaya seperti yang dilakukan oleh rezim Orde Baru.

Kendati demikian, lahirnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Antiradikalisme, tidak urung menyebabkan para aktivis hak asasi manusia seperti Haris Azhar, berteriak keras mempertanyakan kepentingan lahirnya SKB tersebut.

Sebuah lembaga survei mengumumkan hasil surveinya bahwa Indonesia tidak sedang dalam keadaan darurat radikalisme.

Belum hilang keheranan atas lahirnya SKB Antiradikalisme, lahir Peraturan Menteri Agama tentang Majelis Taklim (MT).

MT yang merupakan aktivitas spontan masyarakat, yang sejak zaman Orde Lama dan Orde Baru, tidak pernah disentuh oleh penguasa, kini tiba-tiba diwajibkan mendaftar ke KUA.

Tidak urung Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir mengingatkan pemerintah agar jangan berlebihan.

Cendekiawan yang selama ini pendapat-pendapatnya dikenal dekat dengan pemerintah, Prof. Azyumardi Azra, meledek pemerintah: MT seperti Mamah Dedeh apanya yang mau diatur.

Kita berharap dengan amat sangat agar pemerintah di era reformasi ini tidak meniru-niru kelakuan otoriter rezim Orde Lama Sukarno dan atau rezim Orde Baru Soeharto.

Nenek bilang, itu berbahaya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here