Untuk Pertama Kali Rumah Sakit Pusat di Gaza Ditutup 

544
PM Palestina mengunjungi pasien di rumah sakit As-Shifa di Kota Gaza (6/10/2017) (Photo: Xinhua)

Gaza, Muslim Obsession – Sejak 60 tahun berdiri, Rumah Sakit As-Shifa ditutup pada Selasa (13/2/2018) waktu setempat. Rumah sakit As-Shifa atau dikenal sebagai Rumah Sakit Dar As-Shifa adalah kompleks medis terbesar dan rumah sakit pusat di Jalur Gaza.

Terletak di sekitar Rimal Utara di Governorate Kota Gaza. Rumah sakit dengan fasilitas kesehatan utama tersebut menutup pintunya untuk pertama kali sejak didirikan pada tahun 1964.

Menurut laporan Quds Press, penutupan ini terjadi karena pemogokan terus-menerus oleh petugas kebersihan.

Direktur Rumah Sakit As-Shifa, Medhat Abbas, mengecam pemogokan yang terjadi. Karena mengakibatkan akumulasi limbah medis dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi dokter dan pasien mereka.

“Layanan kesehatan dihentikan setelah staf kami tidak dapat melaksanakan pekerjaan mereka. Alasannya, karena akumulasi sampah medis di As-Shifa dan klinik lainnya di Jalur Gaza,” kata Abbas, dilansir Palestine News Rabu, (15/2/2018) waktu setempat.

“Jika situasi kesehatan yang buruk di Gaza tidak segera teratasi, ratusan pasien akan meninggal,” ujarnya.

Akibatnya, Abbas menjelaskan, para dokter di As-Shifa juga telah melakukan pemogokan. Sehingga 200 prosedur yang dijadwalkan di As-Shifa terpaksa ditunda, karena takut akan kontaminasi. Pembersihan staf di pusat medis di seluruh Gaza mogok, menuntut pemotongan gaji yang tidak diberikan selama hampir 5 bulan.

Menurut Kementerian Kesehatan, 832 petugas kebersihan rumah sakit belum menerima gaji mereka. Kementerian juga memperingatkan, akibat dari pemogokan petugas kebersihan itu akan mengancam 40 ruang operasi, 11 unit persalinan.

Selain itu, mengancam 110 pasien di unit perawatan intensif, 113 bayi di unit persalinan dan 702 pasien yang menjalani pengobatan gagal ginjal. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here