Universitas Hong Kong Kembangkan Vaksin Baru untuk Virus Corona

233
Waspada Corona (Foto: AFP)

Hong Kong, Muslim Obsession – Universitas Hong Kong dilaporkan telah menciptakan vaksin untuk virus corona Wuhan yang mematikan tetapi perlu waktu untuk mengujinya. Demikian dikatakan pakar penyakit universitas Yuen Kwok-yung dalam sebuah wawancara oleh South China Morning Post.

“Kami sudah memproduksi vaksin, tetapi akan membutuhkan waktu lama untuk menguji hewan,” kata Yuen, dilansir Daily Sabah, Rabu (29/1/2020).

Yuen mengatakan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menguji vaksin pada hewan dan setidaknya satu tahun lagi untuk melakukan uji klinis pada manusia sebelum cocok untuk digunakan.

Amerika Serikat mengatakan pada Selasa (28/1) bahwa mereka juga sedang mengembangkan vaksin untuk melawan virus mematikan yang berasal dari China, dan mendesak Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.

Pemerintah AS tertarik untuk menempatkan timnya sendiri di lapangan demi meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

“Kami sudah mulai di NIH dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin,” kata pejabat National Institutes for Health (NIH) Anthony Fauci kepada wartawan.

Proses ini akan memakan waktu tiga bulan untuk memulai percobaan pertama dan tiga bulan lagi untuk mengumpulkan data sebelum dapat pindah ke fase kedua.

“Tetapi kami sedang melanjutkan seolah-olah kami harus menggunakan vaksin. Dengan kata lain, kita sedang melihat skenario terburuk bahwa ini menjadi wabah yang lebih besar,” kata Fauci.

China dikecam keras karena penanganan epidemi Pernafasan Akut Parah (SARS) tahun 2002 dan 2003, yang merenggut ratusan nyawa, sebagian besar di daratan dan di Hong Kong.

“Selama kedaruratan kesehatan itu, para ilmuwan mulai mengembangkan vaksin, tetapi tidak pernah digunakan,” ujar Fauci.

Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar juga mengaku bahwa Amerika Serikat telah menawarkan bantuan China sebanyak tiga kali dalam menangani krisis namun sejauh ini tidak berhasil.

“Kami mendesak China – lebih banyak kerja sama dan transparansi adalah langkah paling penting yang dapat Anda ambil menuju tanggapan yang lebih efektif,” kata Azar kepada wartawan.

“Pada 6 Januari, kami menawarkan untuk mengirim tim CDC ke China yang dapat membantu upaya kesehatan masyarakat ini,” kata Azar.

“Saya mengulangi tawaran itu ketika saya berbicara dengan menteri kesehatan China pada hari Senin (27/1), dan itu ditegaskan lagi melalui kepemimpinan Organisasi Kesehatan Dunia hari ini di Beijing,” tutur dia.

Virus corona adalah keluarga besar virus, beberapa di antaranya menyebabkan flu biasa. Yang lain ditemukan pada kelelawar, unta dan hewan lain yang telah berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah.

Cina mengatakan penyebab wabah Wuhan masih belum diketahui tetapi telah berusaha untuk meredam spekulasi bahwa itu bisa menjadi kemunculan kembali epidemi SARS, yang menewaskan ratusan orang pada tahun 2002 dan 2003.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. gejala umum termasuk pilek, sakit kepala, batuk dan demam. Napas tersengal-sengal, menggigil, dan nyeri tubuh dikaitkan dengan jenis-jenis virus corona yang lebih berbahaya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here