Universitas George Washington Sediakan Mushola Untuk Muslim

480
Universitas George Washington di AS Sediakan Mushola untuk Umat Muslim (Foto: VOA)

Washington D.C, Muslim Obsession — Baru-baru ini Universitas George Washington di Amerika Serikat menyediakan mushola bagi para mahasiswa yang ingin beribadah dan melakukan shalat di tengah-tengah jadwal kuliah dan aktivitas kampus yang padat.

Mushola ini terletak di gedung pusat kegiatan mahasiswa, Marvin Center, yang juga terbuka untuk mahasiswa dengan latar belakang agama lain yang ingin beribadah atau melakukan meditasi.

Mantan Presiden Organisasi Muslim Students’ Association, Osama Alsaleh, mengatakan sebelumnya di Universitas ini untuk shalat di ruangan yang sempit dan berisik, sehingga tempat itu membuat sulit untuk mahasiswa meditasi, khusyu, dan kontemplasi.

“Sekarang mushola menjadi tempat ibadah, merenung, meningat allah belajar, tidur singkat bagi mahasiswa, kehadiran mushola sangat membantu, mengingat jadwal aktivitas dan kuliah yang sangat padat di kampus.” ungkapnya, Kamis (7/6/2018).

Mahasiswa S2 jurusan hukum di universitas George Washington asal Indonesia, Meike Rachmanna, mengaku sering menggunakan mushola ini, meski awalnya dia melihat di google tempatnya tidak jelas, tapi ternyata setelah melihat tempatnya bisa terbilang di luar dugaan.

“Pertama cari di Google. Ada tapi enggak jelas. Tapi ketika sudah sampai ke kampus lalu ketemu dan ternyata tempatnya nyaman banget dan sangat memfasilitasi, jadi saya sangat excited. Senang banget,” ujar Meike.

Selain itu, dia juga mengatakan, memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para mahasiswa muslim ini ketika harus menjalankan shalat di tengah-tengah jadwal kuliah.

“Biasanya waktunya harus disesuaiin, kan kelasnya general nih. Enggak ada aturan Ashar, Isya, atau apa-apa pun terserah profesornya. Jadi saya milih mata kuliah yang sesuai waktunya,” jelasnya.

Namun, ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan oleh Meike, ketika menjalankan shalat di Amerika, jika dibandingkan dengan di Indonesia, “saya enggak dengar suara adzan sama sekali. Mungki itu yang paling kerasa banget. Kalau dulu setiap pagi selalu ada adzan di sini enggak ada,” tuturnya.

Mushola di universitas George Washington ini juga kerap kali mengadakan kegiatan rutin. Salah satunya adalah acara halaqah mingguan bersama Imam setempat, yang memberikan kesempatan untuk para mahasiswa muslim berdiskusi dan membahas ayat-ayat Al-Quran. Mushola pun juga terbuka bagi mahasiswa dengan latar belakang agama lain, yang ingin beribadah atau melakukan meditasi.

Pengelola mushola ini adalah organisasi Muslim Students’ Association di universitas George Washington, yang beranggotakan mahasiswa muslim dari berbagai negara, antara lain Indonesia, China, Timur Tengah, dan Afrika. Organisasi ini kerap mengadakan kegiatan lintas agama dan sosial yang bersifat menghubungkan beragam komunitas di kampus.

Kegiatan agama lainnya adalah Fast ‘a’ Thon, yang mengajak mahasiswa dengan berbagai latar belakang agama yang berbeda-beda untuk ikut berpuasa dan berbuka puasa bersama, dengan tujuan memperkenalkan makna dari salah satu pilar islam ini.

“Amerika sangat akomodatif terhadap budaya asing, sehingga menjadikannya tidak asing lagi, dan meleburnya menjadi bagian dari negara ini,” kata Osama Alsaleh. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here