Uniknya Tradisi Pernikahan di Azerbaijan

1489
Wedding

Muslim Obsession – Upacara pernikahan adalah sebuah ritual istimewa. Beberapa negara memiliki tradisi khas dalam upacara pernikahan mereka, salah satunya adalah Azerbaijan!

Pertama-tama tentang proses melamar. Kerabat calon mempelai pria akan mengirim salah satu dari mereka ke rumah gadis yang akan dipinangnya. Misinya adalah menceritakan tentang niat pengantin pria meminang sang gadis.

Tidak jarang, pinangan semacam ini mengalami penolakan dari kerabat wanita. Tapi, tidak berhenti sampai disini. Mereka pantang menyerah! Selanjutnya, mereka akan mengirim anggota keluarga mempelai pria yang paling dihormati, untuk mendapatkan persetujuan orangtua gadis tersebut.

Tradisi melamar lainnya adalah dengan perwakilan dua wanita dari calon mempelai pria. Mereka adalah ibu mempelai pria dan salah satu kerabat dekatnya. Setelah calon mempelai wanita setuju dan mencapai kesepakatan. Saatnya untuk pertemuan kedua kepala keluarga.

Ayah pengantin pria datang ke rumah mempelai wanita dengan tiga orang yang dihormati di desa mereka dan mencoba untuk menyampaikan niat mereka.

Ayah gadis itu tidak serta merta langsung memberikan persetujuannya. Karena dia harus membicarakan ini dengan putrinya. Jika putrinya hanya terdiam, maka ini tanda persetujuannya. Namun, persetujuan terakhir belum diberikan, kecuali setelah masa pendekatan di antara calon kedua mempelai berjalan lancar.

Jika sang gadis melawan pernikahan itu, artinya mereka mendapatkan penolakan. Jika tidak, mereka butuh waktu untuk mempertimbangkannya. Setelah beberapa waktu, kerabat pengantin pria datang ke rumah gadis itu lagi. Kali ini keluarga gadis memberikan persetujuan mereka.

Barulah setelah itu hari lamaran sesungguhnya tiba. Hari dimana kedua keluarga beserta kerabat berkumpul dalam sebuah acara. Kerabat sang gadis pun turut datang, kecuali calon pengantin wanita dan ibunya. Karena pada hari itu, kedua calon pengantin harus menjauh.

“Semoga Allah memberkati mereka,” ujar sang Ayah. Maka semua keluarga dan kerabat yang hadir bersama-sama mengucapkan “Aamiin”. Kemudian mereka saling mengucapkan selamat satu sama lain.

Selang waktu kurang lebih satu bulan, kerabat pengantin pria harus datang ke rumah gadis untuk upacara pertunangan. Pada hari itu sekitar 25-30 orang berkumpul bersama. Termasuk teman-teman pengantin dan rekan-rekannya.

Mereka semua duduk di sekitar pengantin wanita. Kemudian kerabat pengantin pria datang membawa cincin, semacam selendang dan manisan. Adik laki-laki pengantin pria, saudaranya, adik ipar atau ayahnyalah yang akan memasangkan cincin di jari mempelai wanita, menutupi bahunya dengan selendang.

Kemudian calon pengantin diberi manisan dan pesta dimulai. Tidak lama setelah keluarga pengantin pria pergi, maka saatnya untuk tradisi hena. Mempelai wanita bergantian meletakkan tangan kanannya pada kepala masing-masing teman-temannya yang belum menikah.

Tidak hanya itu, mempelai wanita akan membiarkan teman-temannya untuk mencoba cincin pertunangan miliknya. Mereka mengatakan bahwa gadis yang pertama kali mencoba cincin itu akan menjadi calon pengantin berikutnya. Setelah semuanya selesai, para tamu akan pulang dengan membawa manisan di tangan mereka.

(Vina – Dikutip dari National Academy of Sciences of Azerbaijan Folklore Institute)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here