Uniknya Pengelolaan Masjid di Abu Dhabi

338
5 Amalan Sunnah Ibn Qayyim Al-Jauziyyah Saat Mendengar Adzan
Muadzin sedang mengumandangkan adzan (Foto: Ilustrasi/ Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Bila kita bertandang ke ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) Abu Dhabi, maka jangan heran bila suara kumandang adzan di masjid-masjid seragam. Ini disebabkan di Abu Dhabi adzan hanya dikumandangkan dari masjid besar yang kemudian dipancarkan melalui radio ke masjid-masjid lainnya.

Hal ini dikisahkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Abu Dhabi Husin Bagis saat berbincang dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, di Jakarta.

“Adzannya semua dari masjid besar, jadi suara adzannya dicari yang paling indah sebenarnya. Yang suaranya (muadzin) paling bagus. Kemudian dipancarkan lewat pemancar radio,” ujar Husin, Rabu (11/12/2019) seperti dilansir Kemenag.

Tak hanya adzan, hal yang sama pun berlaku untuk khutbah Jumat. Menurut Husin, di Abu Dhabi ada aturan bahwa khutbah Jumat dilakukan maksimal selama 30 menit. “15 menit khutbah pertama, 15 menit khutbah kedua. Dan ini teks khotbahnya sudah disiapkan, dan dibacakan seragam di seluruh masjid,” tutur Husin.

“Isi khotbahnya pun indah. Dan di sana lazim mendoakan pemerintahan dan raja mereka,” ungkap Duta Besar yang telah bertugas selama tiga setengah tahun di Abu Dhabi tersebut.

Pengelolaan Masjid di Abu Dhabi menurut Husin memang lebih teratur dan inovatif. Misalnya, terkait dengan khutbah Jumat, jika kita tidak mengerti bahasa yang digunakan maka tersedia layanan khutbah online dengan pilihan bahasa yang bermacam-macam.

Ia mengungkapkan di sana Islamic Center berperan baik dalam pengembangan muslim. Hal ini pula yang menurut Husin mendorong UEA untuk memberikan hibah pendirian masjid di Solo. “Rencananya itu akan disampaikan ke Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Abu Dhabi,” kata Husin.

Rencananya, hibah diberikan pemerintah UEA untuk membangun masjid besar di Solo yang akan menampung sekitar 7.000 jemaah.

“Ini sebuah keuntungan untuk kita. Nanti kita buatlah Islamic Center di sana, sehingga masyarakat muslim khususnya yang di Pulau Jawa bisa belajar di sana,” sambut Menag antusias menanggapi hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here