UNICEF: Indonesia Miliki 13.020 “Bayi Tahun Baru”

222
Ilustrasi bayi

Jakarta, Muslim Obsession – Badan PBB UNICEF memperkirakan 13.020 bayi lahir pada tahun 2020 atau tepat pada Hari Tahun Baru.

Jumlah bayi Indonesia itu hanya 3,32 persen dari total 392.078 bayi yang kerap disebut “Bayi Tahun Baru” di dunia.

“Awal tahun baru dan dekade baru adalah kesempatan untuk merefleksikan harapan dan aspirasi kami tidak hanya untuk masa depan kami, tetapi masa depan mereka,” kata Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF dalam siaran persnya, dikutip Kamis (2/1/2020).

Fiji menjadi negara asal bayi pertama yang lahir pada 2020, sementara bayi terakhir diperkirakan berasal dari Amerika Serikat.

Menurut UNICEF, lebih dari separuh kelahiran tahun baru diperkirakan berlangsung di delapan negara, yaitu India (67.385), China (46.299), Nigeria (26.039), Pakistan (16.787), Indonesia (13.020), Amerika Serikat (10.452), Republik Demokratik Kongo (10.247) dan Etiopia (8.493).

Setiap Januari, UNICEF merayakan bayi yang lahir pada Hari Tahun Baru, hari yang dianggap baik untuk kelahiran anak di seluruh dunia. Namun, bagi jutaan bayi baru lahir di seluruh dunia, hari kelahiran mereka jauh lebih tidak menguntungkan.

Pada 2018, 2,5 juta bayi baru lahir meninggal hanya dalam bulan pertama kehidupan mereka; sekitar sepertiga dari mereka pada hari pertama kehidupan. Di antara anak-anak itu, kebanyakan meninggal karena sebab yang sebenarnya dapat dicegah seperti kelahiran prematur, komplikasi selama persalinan, dan infeksi seperti sepsis.

Selain itu, lebih dari 2,5 juta bayi lahir mati setiap tahun. Kampanye Every Child Alive UNICEF menyerukan investasi segera pada petugas kesehatan dengan pelatihan yang tepat, yang dilengkapi dengan obat-obatan yang tepat untuk memastikan setiap ibu dan bayi baru lahir dirawat oleh sepasang tangan yang aman untuk mencegah dan mengobati komplikasi selama kehamilan, persalinan dan kelahiran.

“Terlalu banyak ibu dan bayi baru lahir yang tidak dirawat oleh bidan atau perawat terlatih, dan hasilnya sangat buruk,” tambah Fore.

“Kita dapat memastikan bahwa jutaan bayi selamat dari hari pertama mereka hidup hingga dekade ini dan seterusnya jika masing-masing dari mereka dilahirkan dengan sepasang tangan yang aman,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here