Undangan ‘Bukber’ dari Donald Trump Sepi Peminat  

504
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar Mahkamah Agung AS pada bulan April. Sementara hakim pengadilan mempertimbangkan larangan perjalanan Donald Trump yang menargetkan orang-orang dari negara-negara mayoritas Muslim. (Foto: Yuri Gripas / Reuters)

AS, Muslim Obsession – Muslim Amerika tidak merasa antusias atas keputusan Trump yang tidak terduga, untuk mengadakan buka puasa bersama (bukber) atau Iftar di Gedung Putih, Rabu (6/6/2018) waktu setempat.

“Saya tidak akan mengantisipasi bahwa organisasi atau pemimpin Muslim Amerika akan diundang atau hadir, mengingat posisi dan kebijakan supremasi Islamofobia dan kulit putih,” kata Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Islam Amerika, seperti dilansir The Guardian, Kamis (7/6/2018).

Islamic Relief USA, organisasi kemanusiaan beragama Islam terbesar di negara itu, mengaku tidak menerima undangan. Padahal, Islamic Relief sudah menghadiri setidaknya tiga kali buka puasa bersama selama era Presiden Barack Obama.

“Bagi umat Islam di seluruh Amerika, luka-luka retorika Trump yang tidak bersahabat terhadap umat Islam baik sebagai kandidat atau sejak menjabat, dianggap ‘mentah’,” katanya.

Sementara itu, Gedung Putih menolak untuk memberikan daftar hadir kepada media. Namun sekretaris pers, Sarah Sanders, mengatakan ada sekitar 30 hingga 40 tamu yang diharapkan hadir.

Akan tetapi, para pemimpin dan pendukung Muslim yang biasanya berada di daftar tamu pada beberapa tahun lalu, mengatakan bahwa mereka hanya mengetahui rencana Trump untuk mengadakan buka puasa bersama melalui laporan pers.

“Kali ini, dari sudut pandang saya sebagai seseorang yang memiliki ikatan sangat kuat dengan komunitas Muslim arus utama. Menyatakan bahwa tidak ada yang harus menghadiri buka puasa bersama Trump,” kata Linda Sarsour, aktivis Muslim Amerika pendiri MPower Change. (Vina)

 

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here