Umbu Landu, Gurunya Cak Nun dan Penyair Indonesia Meninggal Dunia

151

Jakarta, Muslim Obsession – Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya dalam bidang budaya dan sastra, seorang Maestro dan gurunya para guru, Umbu Landu Paranggi, dikabarkan meninggal dunia pada, Selasa (6/4/2021) di Denpasar, Bali.

Penyair sekaligus guru bagi sastrawan Indonesia ini menghembuskan nafas terakhirnya di RS Bali Mandara pukul 03.55 Wita di usia 77 tahun. Seperti kesaksian penyair Wayan Jengki Sunarta.

Kesehatan Umbu melemah, hingga ia harus dirawat di RS sejak Sabtu, 3 April 2021. “Saya di sini dari kemarin siang. Sekarang masih menunggu kedatangan keluarganya,” ungkapnya, Selasa (9/4/2021).

Penyairnya para penyair hebat, Umbu merupakan sosok mahaguru yang dikagumi oleh sastrawan populer Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi A.G., Ragil Suwarno Pragolapati, hingga Iman Budhi Santoso.

Lahir di Kananggar, Paberiwai, Sumba Timur, 10 Agustus 1943, Umbu mulai berkiprah di kesastraan Indonesia sejak tahun 1960-an ketika masih di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melansir dari Kemendikbud.go.id, Umbu menghabiskan masa produktifnya, di Yogyakarta. Bahkan pengurus Persada Studi Klub (PSK) ini juga dijuluki sebagai “Presiden Malioboro”. Di sanalah ia membimbing murid-muridnya.

Melalui puisi Solitude, Percakapan Selat, dan Melodia, ia menggambarkan sastra Yogya sebagai nostalgik, romantik, dan nyinyir.

Selain itu, Umbu juga dikenal sebagai sosoknya yang misterius. Dikutip dari Tribun Bali, Cak Nun menuturkan bahwa kesempatan bertatap muka dengan Umbu merupakan momen yang langka.

Cak Nun pun dalam beberapa kesempatan mengakui Umbu Landu adalah gurunya dalam bidang sastra dan budaya. Dia sosok orang misterius yang tidak bisa dikendalikan oleh siapapun.

Umbu Landu Paranggi telah mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan apresiasi terhadap sastra, terutama puisi dikalangan generasi muda dan masayarakat luas. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here