Umat Islam Wajib Mencari Harta yang Halal dan Baik

227
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam (baju batik) memimpin rombongan Kafilah Dakwah Parmusi untuk melakukan sejumlah agenda kerja di Aceh. (Foto: Albar)

Banda Aceh, Muslim Obsession – Umat Islam diperintahkan Allah ‘Azza wa Jalla untuk mencari harta yang halal.

Perintah tersebut termaktub di dalam Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat, 88 yang berbunyi, “Dan makan-makanlah yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

Demikian disampaikan Ustadz Husni Musannif dalam khutbahnya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (13/12/2019).

Ustadz Husni menyebutkan bahwa harta yang halal diperoleh dari sumber-sumber yang halal, baik berupa upah kerja, gaji, hasil usaha berdagang atau bertani, warisan dan sebagainya.

“Apabila seseorang yang selalu berhati-hati dan menjauhkan dirinya dari harta yang haram, Insya Allah akan memperoleh kebahagiaan dan ketenangan hidup baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

Sebaliknya kata dia, orang yang selalu hidup dalam gelimang harta haram akan mengalami kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat. Di dunia akan berhadapan dengan aparat hukum negara, dan di akhirat akan mendapat siksa dari Allah.

Ustadz Husni mengutip sebuah hadits, “Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta haram. Neraka lebih pantas untuknya,” (HR. Imam Ahmad).

Pada kesempatan itu Ustadz Husni juga menyampaikan tiga kelompok orang yang hina dalam pandangan Allah. Pertama, mereka yang tidak memuliakan anak yatim. Kedua, tidak mau memberi makan orang miskin. Dan ketiga, mereka mencampur harta halal dan haram dan keempat mereka terlalu mencintai harta.

“Jamaah yang dimuliakan Allah SWT, di zaman sekarang manusia kebanyakan sudah tidak lagi peduli antara harta halal dengan haram. Hal ini karena manusia kebanyakan manusia saling berlomba untuk bermegah-megahan,” tandasnya.

Ustadz Husni juga menyebut tentang pelaku pejabat di Indonesia yang suka korup. Menurutnya, pejabat yang korup lebih zalim dibandingkan dengan seorang yang mencuri kotak amal dan sandal di masjid. Sebab, koruptor telah mencuri uang rakyat.

Tidak hanya itu, ustadz Husni juga mengingatkan para jamaah untuk menjauhi riba. Di zaman sekarang kata dia, banyak bisnis usaha yang mempraktikan riba dengan dibungkus melalui kemasan syariah. Padahal intinya tidak beda. Umat terjebak riba dan hutang karena tak sanggup membayar bunga.

Ustadz Husni kemudian menutup khotbah Jumat dengan mengingatkan kepada para jamaah untuk membersihkan hartanya dengam beramal, dan berzakat. Ia menyebut setiap rezeki yang didapat ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan.

“Jangan pernah merasa bahwa harta yang kalian dapat adalah berkat dari kerja kalian. Itu bukan milik kalian, sama sekali bukan milik kalian. Itu semua milik Allah, karena kita sejatinya tidak punya apa-apa. Semua di alams semesta ini kepunyaan Allah, maka bersihkan hartamu dengan beramal, berzakat,” tutupnya.

Rangkaian ibadah Shalat Jumat kali ini turut diikuti rombongan Kafilah Dakwah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang dipimpin Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam. Dalam Kafilah Dakwah Parmusi ini, Usamah Hisyam didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Umum Muslimah PP Parmusi Nurhayati Payapo, Bendahara PP Parmusi Dewi Achyani, serta sejumlah jajaran pengurus wilayah Parmusi Aceh.

Selama di Serambi Makkah, rombongan Kafilah Dakwah Parmusi akan menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Parmusi Aceh, Peresmian Desa Madani, dan bersilaturrahim dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here