Umat Islam Harus Berperan Lebih Signifikan di Tanah Air

226
Wapres KH. Ma'ruf Amin membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII dengan memukul bedug. (Foto: Fath)

Pangkalpinang, Muslim Obsession – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin berharap umat Islam dapat berperan lebih signifikan dalam pembangunan nasional. Pasalnya, sebagai bagian terbesar negeri ini umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memastikan arah perjalanan bangsa dan negara.

“Ini sesuai dengan kesepakatan nasional (al-mitsaq al-wathaniy) yang tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Saya kira penting bagi kita untuk menyadari, sehingga kita tidak boleh mengusung sesuatu di luar kesepakatan tersebut,” ujar Wapres saat membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Hotel Novotel Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/2/2020) malam.

Kegiatan tersebut dibuka Wapres dengan pemukulan bedug disaksikan sejumlah tokoh. Hadir dalam pembukaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, fungsionaris MUI, tokoh-tokoh agama, serta perwakilan ormas-ormas Islam.

Wapres menegaskan, umat Islam Indonesia harus mampu mengurai dan mencarikan solusi atas berbagai permasalahan umat, bangsa, dan negara. Wapres meyakini hal itu bisa dilakukan karena umat Islam sejatinya telah ditunjuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai khairu ummah (umat terbaik).

Menurutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mampu membangun masyarakat Muslim sebagai khairu ummah dalam waktu yang cukup singkat, 23 tahun. Hanya saja saat ini predikat khairu ummah tercabik-cabik karena sesama muslim saling membenci, bermusuhan, dan berperang di berbagai dunia.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, saat ini Indonesia menjadi negara yang diharapkan bisa melahirkan khairu ummah di dunia Islam. Pasalnya, Indonesia memiliki modal besar dengan penduduk mayoritas muslim yang terbesar di dunia.

Wapres meyakini umat Islam Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembalikan predikat khairu ummah. Oleh karenanya KUII VII ini perlu didorong untuk menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan sehingga mampu membina umat Islam agar dapat berperan lebih aktif dalam mengisi dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mendukung sepenuhnya kongres ini agar terbangun sinergi umat Islam sehingga dapat membangun umat, bangsa, dan negara supaya Indonesia semakin maju dan sejahtera di berbagai bidang,” tandasnya.

 

Khilafah Tertolak di Indonesia

Pada kesempatan itu, Wapres secara tegas mengatakan bahwa tidak boleh ada yang membawa model negara yang tidak sesuai NKRI, termasuk khilafah. Meski khilafah itu islami, sebut Wapres, tapi tidak berarti islami adalah khilafah.

“Kenapa? Karena kerajaan juga islami, buktinya Arab Saudi. Juga keamiran, seperti di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Republik juga islami, contohnya Mesir, Republik Islam Pakistan,” ujarnya.

Menurutnya, khilafah tidak ditolak di Indonesia melainkan tertolak. Alasannya, rakyat Indonesia memiliki kesepakatan nasional yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka jika mengusung khilafah, kerajaan, atau keamiran, maka hal itu sudah menyalahi kesepakatan nasional (mukhalafah lil mitsaq).

“Bedanya apa ditolak dan tertolak? Kalau ditolak, khilafah itu boleh masuk tapi ditolak. Tapi kalau tertolak, memang khilafah tidak bisa masuk karena alasan tadi,” jelasnya.

Oleh karenanya Wapres mengajak umat Islam untuk menjaga betul kesepakatan nasional tersebut agar NKRI tetap terjaga dengan situasi kondusif dan suasana damai dengan persatuan dan kesatuan.

Digelar pada 26-29 Februari 2020, KUII VII mengusung tema “Stategi Pejuangan Umat Islam Indonesia untuk Mewujudkan NKRI yang Maju, dan Beradab”. Kegiatan yang dihadiri perwakilan ormas Islam se-Indonesia ini dilaksanakan sebagai wujud pengamalan Islam Wasathiyyah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here