Umar, Bocah 4 Tahun Butuh Bantuan Dermawan

422
Umar Cuba Dheassen penderita Morbus Hirschprung (Foto: Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Umar Cuba Dheassen, anak berusia 4 tahun harus menerima cobaan cukup berat. Ia menderita Morbus Hirschprung atau Hirschsprung Disease, suatu kondisi langka yang menyebabkan feses menjadi terjebak di dalam usus besar.

Penderita Hirschsprung akan mengalami kesulitan buang air besar, tinja banyak tertahan dalam usus besar sehingga terlihat perutnya membuncit. Kondisi ini terkadang mempermudah terjadinya infeksi usus serius yang disebut enterocolitis jika tidak diidentifikasi dan diobati sejak dini.

Usai dilakukan pemeriksaan, Umar dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) yang kemudian dibuatkan lubang anus di bagian pinggang dengan diagnose congenital absence, atresia dan stricture of audit.

“Kondisi Umar masih terus berobat jalan ke RSCM untuk mengontrol perkembangan dirinya setiap saat,” kata orangtua Umar, Rachma saat ditemui Muslim Obsession di kediamannya di Jalan Kebagusan III, Jagakarsa, Senin (19/3/2018).

Rachma mengaku sangat membutuhkan bantuan para dermawan untuk pengobatan anak keduanya itu. Pasalnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka sudah cukup sulit. Apalagi suaminya baru saja di PHK dari kantornya karena seringkali bolos untuk mengurus buah hatinya mereka.

Menurut Rachma, pasca operasi tersebut, perawatan Umar perlu ekstra hati-hati karena di tubuhnya terpasang alat penampung kotoran yang biasa dikeluarkan dari anus buatan.

Harga satu kantong kolostomi sekitar Rp.150 ribu di RSCM dan itu dapat digunakan 3 hari. Namun karena kemahalan, ia pun mencari ke tempat lain, dan mendapatkan kantong kolostomi seharga Rp.30 ribu.

Selain itu, untuk membersihkan kotoran Umar, tidak bisa menggunakan air biasa. Rachma tetap harus menggunakan air khusus yang diberikan langsung dari dokter (air infusan).

“Sehari maksimal dapat menghabiskan dua kantong kolostomi atau wadah pup Umar,” tuturnya.

Rachma mengaku bersyukur anaknya telah masuk dalam BPJS. Hanya saja, yang menjadi pikiran dan kerisauan Rachma adalah biaya tidak terduga maupun ongkos ke RSCM.

“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan Umar berasal dari bantuan orang-orang,” tuturnya.

Meski kondisi tubuh Umar seperti itu, ia tetap ceria dan seperti tidak merasakan sakit sama sekali. Terkadang jika Umar ingin bermain, ia harus diawasi orangtuanya, karena ditakutkan kantong kolostominya terlepas.

Rachma menceritakan, Umar sempat masuk ICU 3 minggu. Selama itu ia tidak makan dan minum. Melihat buah hatinya masuk ICU, sebagai orangtua, Rachma sudah merasa ikhlas.

“Saat bayi, kondisi Umar normal. Makanya dokter pernah mengatakan, gejala penyakit Umar bisa dari anak-anak, bisa juga dari lahir. Gejala itu baru ketahuan saat Umar berusia 3 tahun kemarin, tepatnya September 2017,” tutupnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here