Ultah ke-15, LPDB-KUMKM Bangun Sinergi untuk Kemajuan Negeri

77
LPDB-KUMKM menggelar puncak acara HUT ke-15 secara virtual, Rabu (18/8/2021). (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Pandemi Covid-19 memberikan tantangan yang begitu besar kepada koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), utamanya adalah soal permodalan atau pembiayaan.

Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara rangkaian puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 yang digelar Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) secara virtual, Rabu (18/8/2021).

“Pemerintah terus menggulirkan pembiayaan untuk koperasi dan UMKM yang mudah, murah, dan cepat agar koperasi dan UMKM bisa naik kelas. LPDB-KUMKM hadir membantu koperasi melalui skema pinjaman atau pembiayaan sesuai dengan karakteristik, dan adanya relaksaksasi persyaratan dengan memberikan bunga yang murah, micro financing system, serta penyaluran yang cepat,” ujar Teten.

Selain Teten, hadir dalam acara tersebut Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, jajaran Direksi LPDB-KUMKM, Dewan Pengawas LPDB-KUMKM, dan seluruh pegawai LPDB-KUMKM.

Perhelatan yang digelar melalui online ini juga mengundang sejumlah Kepala Pemerintahan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kabupaten/Kota, stakeholder, dan juga para pelaku koperasi di seluruh tanah air.

Teten menambahkan, saat ini pihaknya bersama dengan Kementerian Keuangan sedang menyusun strategi atau peran baru yang lebih besar untuk LPDB-KUMKM. Ke depan diharapkan dengan peran yang lebih besar LPDB-KUMKM dapat memberikan pembiayaan yang cepat, murah, dan tepat sasaran.

“Rencana besar kita bersama dengan Kementerian Keuangan untuk mensinergikan lembaga pembiayaan untuk UMKM yang sekarang begitu banyak dan menempatkan LPDB-KUMKM sebagai pembiayaan untuk agregator, agregator dalam hal ini koperasi, jadi hal ini diharapkan dengan peran LPDB-KUMKM membiayai agregator, membiayai offtaker pembiayaan dari perbankan bisa masuk ke sektor tier atau sektor pertanian, peternakan, perikanan yang saat ini relatif kecil,” kata Teten.

5 Strategi LPDB-KUMKM

Sementara itu Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan.

Pada saat negara sedang menghadapi pandemi yang berdampak terhadap perlambatan ekonomi, LPDB-KUMKM justru diminta untuk hadir menjadi salah satu buffer ekonomi kepada koperasi dengan tetap komitmen menyalurkan Rp 1,6 triliun dana bergulir.

“Pada ulang tahun ke-15 ini kami mengusung tema ‘15 Tahun Merajut Sinergi, Menumbuhkan Ekonomi’ yang kami implementasikan dengan 5 strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Supomo.

Adapun lima strategi tersebut, pertama percepatan perluasan penyaluran melalui komunitas. Kedua, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period.

Ketiga, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Keempat, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor. Kelima, optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multi player effect.

Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-15 LPDB-KUMKM telah melaksanakan berbagai kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan melaksanakan vaksinasi massal pada tanggal 4 Agustus 2021 untuk Pegawai LPDB-KUMKM, Kementerian Koperasi dan UKM, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan juga rekan-rekan media.

Selain itu, kegiatan dilanjutkan vaksinasi massal di KPBS Pangalengan, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung selama 2 (dua) hari pada tanggal 07 dan 08 Agustus 2021.

Kemudian, direncanakan pada tanggal 21 Agustus dan 28 Agustus 2021, akan dilaksanakan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Kulonprogo, Provinsi D.I.Y.

“Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara LPDB-KUMKM dengan Koperasi Makmur Mandiri, dan KSPPS BMT Beringharjo, serta sinergi dengan Pemerintah Daerah,” ujar Supomo.

Diusia yang ke-15 ini, LPDB-KUMKM telah menorehkan sejumlah prestasi dan pencapaian yang menakjubkan. Di antaranya adalah pencapaian target penyaluran dari tahun ke tahun. Hal ini bukanlah kerja sebagian orang, namun hasil kerja keras dari seluruh pegawai LPDB-KUMKM dan seluruh pihak yang terlibat.

Pada tahun 2020 lalu, LPDB-KUMKM sukses melampaui target penyaluran dana bergulir sebesar Rp2,06 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,85 triliun.

Di tahun yang sama, LPDB KUMKM juga telah merealisasikan 100% program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau sebesar Rp1 triliun yang disalurkan kepada 63 koperasi dan 101.011 UMKM.

Selain itu, tambah Supomo, per 13 Agustus 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1 triliun, yang disalurkan kepada 119 mitra LPDB-KUMKM di Indonesia.

Rinciannya, untuk pola pinjaman konvensional telah tersalur sebesar Rp506 m miliar yang disalurkan kepada 75 mitra, sedangkan untuk pola pembiayaan syariah telah tersalur sebesar Rp498 miliar yang disalurkan kepada 44 mitra.

LPDB-KUMKM juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Penegak Hukum seperti Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri.

Kerja sama ini dilakukan demi mengamankan uang negara sehingga mampu meningkatkan pengelolaan dana bergulir dengan harapan dapat mencapai Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian sesuai Prinsip TriSukses LPDB-KUMKM.

Kerja sama ini juga bermaksud untuk mengawal penyaluran dana bergulir, juga memberikan pendampingan hukum kepada pelaku usaha koperasi terkait legalitas dan ketepatan memanfaatkan pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM, khususnya untuk program PEN.

Wujudkan KUMKM Naik Kelas

Program Kemitraan Inkubator juga tengah dilakukan LPDB-KUMKM sejak tahun 2020. Program ini bertujuan untuk menginkubasi pelaku Koperasi dan UMKM (KUMKM) guna mendorong peningkatan kewirausahaan hingga berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia dimasa yang akan datang.

Pada tahun ini, terpilih 8 (delapan) Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM dari 5 (lima) Provinsi di Indonesia. Harapannya, Inkubator Wirausaha ini mampu mendorong terwujudnya KUMKM naik kelas.

“Di usia LPDB-KUMKM ke-15 ini, kami berharap dapat membentuk ekosistem perekonomian yang lebih baik lagi ke depan. Melalui sejumlah terobosan, inovasi, dan sinergi dengan berbagai pihak, harapannya dapat menumbuhkan banyak manfaat bagi koperasi-koperasi di tanah air, khususnya berkontribusi aktif dalam peningkatan ekonomi nasional. Untung Bareng Koperasi, Untung Ada LPDB,” pungkas Supomo. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here