Ulama Syiah Berhasil Menangkan Pemilu Irak

62

Jakarta, Muslim Obsession – Sadrist Movement, partai pimpinan salah satu ulama Syiah terkemuka di Irak, Moqtada al-Sadr, berhasil memenangkan pemilihan umum yang digelar pada Ahad, (10/10).

Seorang pejabat Sadrist Movement mengatakan kepada AFP pada Senin (11/10) bahwa partai mereka dinyatakan menang setelah berhasil merebut kursi parlemen terbanyak, yaitu 73 dari 329 yang diperebutkan.

“Rakyat harus merayakan kemenangan kubu terbesar tanpa menyebabkan keributan,” ujar Sadr dalam pernyataan resminya.

Pejabat komisi pemilu Irak juga mengonfirmasi bahwa berdasarkan penghitungan awal, Sadrist Movement memang sudah memimpin. Di periode sebelumnya, Sadrist juga sudah memegang kursi parlemen terbanyak, yaitu 54.

Namun, jumlah kursi Sadrist belum memenuhi persyaratan untuk membentuk mayoritas di parlemen. Mereka pun harus membentuk koalisi baru.

Meski demikian, banyak pihak meragukan hasil pemilu ini karena tingkat partisipasi warga yang sangat rendah. Berdasarkan data komisi pemilu Irak, hanya 41 persen warga yang menyumbangkan suaranya.

Seorang warga Irak, Kerar Haider, mengakui bahwa banyak penduduk malas ikut memilih karena “tak ada gunanya.”

“Wajah-wajah lama selalu kembali,” tutur Haider.

Seorang peneliti dari badan think tank Century Foundation, Sajad Jiyad, mengatakan bahwa rakyat Irak memang sudah apatis dan menganggap pemilu tidak penting.

“Bukan hanya legitimasi perdana menteri selanjutnya yang dipertanyakan, tapi juga legitimasi pemerintahannya,” ucap Jiyad.

Sejak kejatuhan pemerintahan Sunni yang dipimpin Saddam Hussein, Irak memang selalu dikuasai kubu Syiah.

Namun kini, Syiah di Irak juga terbelah, satu kelompok mendukung Iran, sementara kubu lain pro-Amerika Serikat. Sadr sendiri merupakan mantan pemimpin milisi anti-Amerika. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here