Ulama Inggris: Petugas Medis Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadhan, Jika…

218
Ilustrasi: Petugas medis menangani pasien virus corona.

London, Muslim Obsession – Bulan suci Ramadhan akan tiba beberapa hari lagi. Namun, bulan puasa tahun ini berbeda dengan tahun lalu akibat wabah virus corona yang menimpa hampir seluruh belahan dunia.

Sementara dokter, perawat, dan petugas kesehatan Muslim berada di garis depan dalam memerangi COVID-19. Oleh karena itu, sebuah fatwa oleh beberapa sarjana Muslim terkemuka telah dirilis.

Mereka mengatakan bahwa dokter dan mereka yang bekerja di bidang kesehatan dapat dibebaskan dari puasa jika puasa berpotensi membahayakan perawatan pasien coronavirus.

Fatwa tersebut ditandatangani oleh para ulama dan sarjana Muslim Deobandi di Blackburn, Batley, Bury, Bradford, Leeds, London, Birmingham, Sheffield, dan Leicester.

“Jika mungkin bagi Anda untuk berpuasa tanpa mempertaruhkan nyawa pasien, misalnya, jika cuti tahunan dapat diambil dan rumah sakit yang memiliki staf memadai, maka (fatwa) ini harus dipertimbangkan,” bunyi fatwa itu seperti dlansir 5PillarUK, Kamis (16/4/2020).

Pilihan lain untuk dipertimbangkan adalah shift yang lebih kecil atau shift malam jika memungkinkan.

Untuk Inggris, yang terakhir mungkin tidak membahas masalah ini karena malamnya singkat. Namun demikian, semua opsi alternatif harus dipertimbangkan.

“Namun, jika tidak mungkin bagi Anda untuk berpuasa karena kemungkinan besar dehidrasi dan rasa haus yang parah bersama dengan risiko membuat kesalahan klinis yang berpotensi mempengaruhi kehidupan, puasa dapat ditunda di hari kemudian. Ini adalah penilaian yang perlu Anda buat pada tingkat pribadi berdasarkan kesehatan Anda sendiri sambil tetap mengingat tugas Anda merawat pasien,” imbuh fatwa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here