Uki Eks NOAH Sebut Musik Haram, Gus Miftah Kutip Syair Rumi

106
KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan group brand NOAH, Uki menjadi banyak pembicaraan orang karena menyebut musik adalah sesuatu yang haram, dan menjadi pintu masuk maksiat. Uki juga meminta para anak muda agar tidak menjadi seorang musisi.

Setelah video Uki eks NOAH jadi perbincangan, Gus Miftah memberikan penjelasan pendek soal musik yang diharamkan dalam Islam. Dilihat dalam unggahan Instagramnya, Gus Miftah tengah mendengarkan suara terompet yang dimainkan Rio Sidik.

“Ketemu maestro terompet @riosidik Menemani bro @killthedj ngobrol yang tidak bermanfaat, ngudo roso yang mungkin juga tidak didengarkan oleh orang lain apalagi pejabat… Minimal atine lego dan plong ya broooo Iso gamblang,” tulis Gus Miftah dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagramnya dilihat, Rabu (28/7/2021).

Dalam video tersebut, Gus Miftah mengutip kalimat penyair sufi yang terkenal di dunia, Jalaludin Rumi soal musik. Adapun ungkapan soal musik yang dinilai haram oleh Islam.

“Menurut Jalaluddin Rumi, musik yang diharamkan dalam Islam itu adalah ketika suara piring ketemu dengan sendok, dimainkan oleh orang kaya dan didengarkan oleh orang kelaparan. Itulah musik yang diharamkan dalam Islam,” kata Gus Miftah.

Pemilik Pesantren Ora Aji itu menyisipkan pesan. Jangan sampai hal yang dikatakan oleh Jalaludin Rumi itu terjadi di tengah masa pandemi COVID-19 ini.

“Musim pandemi seperti ini jangan sampai ada orang miskin yang hanya bisa mendengarkan suara piring dan sendok tanpa bisa menikmati isinya. Yuk, berbagi!” tutup Gus Miftah.

Dalam channel YouTube Belajar Sunnah, Uki awalnya bicara soal penyesalannya dalam hidup. Uki eks NOAH mengaku tak bangga mempunyai banyak penggemar saat masih menjadi anak band. Dari situlah Uki ikut menganggap musik itu haram dan profesinya dulu menjadi pintu maksiat.

“Jadi semoga kalian menuntut ilmu bisa kalian manfaatkan di dunia dan di akhirat karena bagi saya, saya tidak bisa membanggakan ya Allah saya dulu ini menciptakan banyak fans, terus banyak lagu, di hadapan Allah pada akhirnya itu tidak akan bisa meningkatkan derajat saya,” kata Uki eks NOAH.

Dia menganggap musik haram juga bukan tanpa alasan. Uki eks NOAH bisa menjelaskan alasannya berpendapat seperti itu.

“Terus kalau saya bilang dengan uang ini saya bisa sedekah banyak, tapi kita melakukan yang haram, nggak bisa. Jadi untuk dari segi musiknya. Karena ketika musik itu kalian nggak lakukan otomatis kalian tuh menutup pintu khamar, pintu rokok juga, terus bercampur dengan wanita. Jadi dengan menutupnya pintu musik dan industri musik, kalian itu menutup banyak hal yang sifatnya mudarat,” ujarnya.

“Mungkin kalian nggak menyadari, oh mungkin hanya ngedengerin musik saja, kalau sejuta orang berpikir seperti itu, otomatis mansor akan masuk, orang penjual khamar juga akan masuk. Dan memang yang menjadi tampilan pertamanya di kafe, oke kita sering main di kafe di Medan yang ditampilkan di depan billboard itu musisinya bukan hayuk malam ini kita minum khamar bareng-bareng dengan para-para wanita yang bisa datang ke tempat itu gratis. Tapi musisi yang akan dikedepankan menjadi pintu pembuka maksiat itu sendiri,” kata Uki eks NOAH.

Pada kesempatan itu, Uki eks NOAH juga berpesan pada teman-teman musisi jangan sampai profesinya itu menjadi pintu maksiat.

“Jadi saya mengingatkan diri saya sendiri, buat para musisi juga, jangan mau jadi pintu maksiat untuk orang lain memasuki maksiat itu sendiri. Tutup erat seeratnya. Jangan mau kita jadi pintu maksiat,” pesan Uki eks NOAH. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here