Ukhuwah Islamiyah

233

Rasulullah dan para sahabat tidak goyang dalam memegang prinsip ini. Meski ada diantara sahabat ada yang dibunuh. Teror, cacian adalah hal yang biasa mereka alami. Mereka yakin bahwa risalah para Nabi ini adalah mulia dan suci. Risalah ini langsung turun dari Yang Maha menciptakan bumi dan seisinya. “Demikian, karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak mempunyai pelindung.” (QS Muhammad 11)

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS an Nisa’ 104)

Habib Rizieq Shihab dalam ceramahnya di Al-Azhar menarik ketika menguraikan tentang ayat ini. Habib menyatakan bahwa dalam perjuangan orang-orang kafir dan orang-orang Islam sama menderita keletihan atau kesakitan. Tapi ada satu hal yang membedakan antara orang mukmin dan orang kafir dalam berjuang. Yaitu orang mukmin mengharap pahala dari Allah (al Jannah), sedangkan orang kafir tidak. Orang-orang kafir berjuang hanya menuruti nafsunya atau hanya menjadi budak thaghut pemimpinnya. Orang-orang kafir berjuang hanya demi uang, jabatan, ketenaran dan semacamnya.

Begitu pula dalam sejarah Indonesia, ada partai yang berjuang dengan ikhlash untuk menegakkan risalah Islam. Sayang pada tahun 1960 partai ini dibubarkan oleh Presiden Soekarno. Tokoh-tokohnya dipenjara dan dihinakan.

Meski dibubarkan, tapi pengaruh tokoh-tokoh Masyumi tetap besar di kalangan kaum Muslim terpelajar. Buku-bukunya menjadi bacaan yang menarik. Tokoh boleh dipenjara, digantung atau wafat, tapi ide atau pemikiran yang benar tidak akan mati.

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”. (QS ar Ra’d 17)

Wallahu alimun hakim. Wallahu azizun hakim.

1
2
3
4
5
6
7
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here