Ujian Tahfizh Rasa Internasional Hadir di Pesantren Lorong

625
Al-Hafizh K.H. Muh. Humaedi Hatta, SQ menguji enam santri Pesantren Lorong asuhan Ustadz Rahim Mayau.

Makassar, Muslim Obsession – Enam orang santri tahfizh Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, baru-baru ini mengikuti Ujian Tahfizh Mutqin Juz 30.

Keenam santri tersebut adalah yakni Ainun Nafisah Andira binti Muh Irwan, Ifni Zahwa Lestari binti Engkus Kusnadi, Zaskia Ayuningtyas binti Munawar, Ahyarul Qalam bin Harun Al Rasyid, Aksa Hidayatullah bin Harun Al Rasyid, dan Haidir Syam bin Syamsuddin (kategori SD/SMP).

Baca: 

Dai Parmusi Gagas Pesantren Lorong

Di Makassar, 21 Anak Ini Belajar Mengaji Al-Quran di Pos Ronda

Ujian secara terbuka ini dilaksanakan di tengah-tengah Lorong Raudhah di Kompleks Mangga Tiga Daya Makassar dihadiri para santri dan warga sekitar.

Hadir sebagai penguji tunggal Al-Hafizh K.H. Muh. Humaedi Hatta, SQ. Sebelum menguji Kiai muda ini memberi motivasi agar para santri bersungguh-sungguh dengan Al-Quran yang ketika dibaca maka satu hurufnya berdampak sepuluh kebaikan. Bahkan seorang hafizh akan menghadiahkan mahkota kepada kedua orangtuanya di Yaumil Akhir.

“Rahmat Allah tidak hanya dirasakan oleh para pembaca dan penghafal Al-Quran di Lorong Raudhah ini, tapi juga menjadi keberuntungan bagi warga di sekitarnya,” ujar Juara Hifzil Quran Internasional di Libia, di Yaman, dan beberapa negara Islam ini.

Dalam menguji Santri Tahfizh Pesantren Lorong Raudhah Indonesia bidang juz 30, kiai muda yang juga pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Al-Imam Aljazari Kabupaten Takalar ini mengajukan berbagai macam bentuk pertanyaan, mulai dari membaca surah secara utuh, menyambung ujung surah ke awal surah berikutnya, dan menyambung ayat secara acak.

“Kami mendatangkan Alhafizh K.H. Muh. Humaedi Hatta, SQ hafizh yang memiliki prestasi Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat nasional dan internasional, agar fashahah (kefashihan bacaan Al-Quran) di pesantren kami memiliki standar yang baik, sekaligus hasil ujian santri kami lebih berbobot dan berkualitas,” kata Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, Rahim Mayau kepada Muslim Obsession, Rabu (12/2/2020).

“Walau pun pesantren kami tanpa pondok, berada di lorong dan hanya mengandalkan semua potensi yang ada di lorong, tapi dalam hal kualitas kami punya cita rasa internasional,” sambungnya.

Dai Parmusi penggagas pesantren lorong ini juga menyampaikan bahwa enam orang santrinya yang ikut ujian juz 30 mutqin semuanya dinyatakan lulus, dan satu di antaranya yakni Ainun Nafisah Andira binti Muhammad Irwan dinyatakan lulus dengan predikat Jayyid Jiddan (bagus sekali).

“Hasil ini adalah prestasi sekaligus dorongan untuk periode ke depannya agar santri kami dapat memperoleh predikat Mumtaz (sempurna/istimewa),” tutup Rahim. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here