UIN Maliki Malang Ciptakan Lidah Listrik untuk Uji Daging Halal

536
UIN Maliki Malang Pamerkan Temuan Lidah Listrik di di ICON UCE 2018 (Foto: Kemenag RI)

Malang, Muslim Obsession – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur menjadi tuan rumah International Conference on University Community Engagement. Bersamaan itu, UIN Maliki menggelar The Community Expo Service 2018.

Expo atau pameran ini berlangsung pada 8 – 9 Oktober  di lantai 2 gedung Student Center UIN Maliki. Selain tuan rumah, ikut dalam pemeran ini perwakilan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan juga Pemda Kota Malang.

Salah satu yang dipamerkan UIN Maliki adalah Lidah Listrik (E-Tongue). Dosen Fakultas Saintek UIN Maliki, Imam Tazi mengatakan, UIN Maliki saat ini telah menemukan lidah listrik (E-Tongue). Penelitian mengenai lidah listrik sudah dilakukan sejak delapan tahun terakhir.

Selain E -Touge ada juga E-Nose. Kedua alat ini diciptakan karena ide dasar betapa sulitnya umat muslim menguji daging yang halal dan haram.

“Menggunakan robotik, E-Tongue ini bisa membedakan dengan mudah, sedangkan E-Nose prinsip kerjanya sama tetapi melalui penciuman bau,” ucap Imam di Malang, Selasa (9/10/2018).

E-Tongue merupakan alat yang diciptakan dan menjadi yang pertama di Indonesia. Diciptakan sejak 2011 dan sudah bisa membedakan daging babi dan sapi dengan akurat.

Lidah listrik adalah alat pembaca bahan-bahan kimia, memprosesnya, kemudian mengubahnya menjadi energi listrik. Di dalam lidah listrik itu tertanam belasan sensor untuk membaca kandungan kimiawi sebuah larutan atau benda.

“Lidah eletronik ada enam belas sensor. Dibentuk seperti lidah. Dicelup ke dalam larutan. Mengubah zat kimia menjadi listrik,” ungkapnya melalui siaran pers Kemenag.

Doktor lulusan UGM ini menambahkan, selain Lidah Listrik, Fakultas Saintek UIN Maliki juga telah menemukan Geolistrik. Itu merupakan alat pencari sumber-sumber air melalui retakan-retakan tanah. Alat ini bermanfaat pada saat musim kemarau.

“Geolistrik mencari sumber air dan retakan tanah, karakteristik batuan, dan sejenisnya,” imbuhnya.

Temuan-temuan ini merupakan bentuk darma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat. Lidah listrik dan Geolistrik bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menangani masalah kelangkaan listrik dan air. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here