UIN Jogja Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kampus Islam se-Asia

589

Yogyakarta, Muslim Obsession – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) terpilih sebagai tuan rumah konferensi perguruan tinggi Islam se-Asia atau Asian Islamic Universities Association (AIUA).

Di acara yang dilaksanakan pada 2-5 Juli 2018 ini, UIN Suka akan mengenalkan konsep Islam Nusantara kepada perwakilan 100 perguruan tinggi Islam di Asia.

“Pertemuan AIUA ini sangat penting karena akan membahas dan menyepakati pedoman serta instrumen sertifikasi ata akreditasi pendidikan dan jurusan ke-Islaman,” kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi kepada wartawan, Jumat (22/6/2018).

Bukan hanya sebagai tuan rumah, UIN Suka melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) juga ditunjuk sebagai sekretariat lembaga akreditasi atau sertifikasi AIUA.

Namun yang lebih penting, Yudian mengatakan, kehadiran sekitar 1.000 orang wakil dari 100 perguruan tinggi Islam se-Asia menjadi momen yang tepat untum mengenalkan Islam Nusantara.

“Islam Indonesia oleh dunia diakui sebagai wajah Islam yang membawa cinta kasih, toleransi, dan saling menghormati dengan agama lain. Dunia ingin mencontohnya,” kata Yudian.

Yudian menerangkan, Islam yang berkembang di Indonesia sejak zaman dulu adalah Islam yang mampu merangkul nilai-nilai lokal tanpa pernah meninggalkan kewajiban ajaran Islam.

Nilai-nilai lokal ini sebagai salah satu jalan masuk agar Islam bisa diterima masyarakat.

Selain itu, dunia juga melihat kebaikan Islam Nusantara yang selama ini tidak pernah ikut campur terhadap gejolak di negara lain seperti sikap negara-negara Islam di Timur Tengah.

“Dalam pertemuan nanti, kami akan memperkenalkan kembali konsep-konsep Islam nusantara. Harapan terbesar kami perwakilan dari perguruan tinggi mampu menularkan semangat perdamaian dan toleransi kepada mahasiswanya,” kata Yudian.

Sebeluam digelar konferensi AIUA, UIN Suka menerima kunjungan delegasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) yang memberikan sertifikasi akreditasi A untuk empat fakultas di UIN Suka pada 26-28 Juni.

“Pengakuan tingkat ASEAN ini merupakan bukti UIN Sunan Kalijaga terus melakukan perbaikan mutu demi mencapai status perguruan tinggi Islam tingkat Internasional,” kata Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Muhammad Fakhri Husein.

Empat program studi yang diakui ASEAN tersebut yaitu Program S2 Interdisciplinary Islamic Studies (ISS), Program Studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Program Studi S1 Akidah dan Filsafat Islam, dan Program S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Selain itu, untuk menjaga mutu tenaga pendidik maupun penelitian, mulai 2019, UIN Suka memberi hadiah kepada tenaga pengajar yang karyanya termuat di jurnal internasional. Hadiah itu senilai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here