Ucapan Duka Para Tokoh Iringi Wafatnya Gus Hilman

328

Muslim Obsession Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Putra ketiga almaghfurlah KH. Hasyim Muzadi, KH. Hilman Wajdi, Lc.,MPd dikabarkan meninggal dunia, Rabu (18/12/2019) pagi tadi.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di exit ruas tol Malang-Purwodadi.

Kabarnya, kecelakaan yang menyebabkan Gus Hilman Wajdi meninggal ini terjadi setelah ia mengantar salah seorang putrinya ke salah satu Pondok Pesantren di Jepara.

Ucapan duka cita pun datang dari banyak tokoh di media sosial. Salah satunya datang dari politisi PKS Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter-nya @hnurwahid, “Turut berduka atas wafatnya Gus KH Hilman W bin KH Hasyim Muzadi. Smog Allah karuniakan husnul khatimah dan alJannah. Lahu alFatihah. Amin,” kicau HNW.

“Berita ini benar-benar mengejutkan. Gus Hilman Wajdi, putra ketiga KH Hasyim Muzadi, wafat tadi pagi akibat kecelakaan. Lahul fatihah,” tulis Nadisyah Hosen.

Nadirsyah bahkan menambahkan sedikit kenangan tentang almarhum Gus Hilman. Menurutnya, Gus Hilman pernah turut mendampingi Abah Kiai Hasyim Muzadi terakhir ke Australia pada Desember 2016, bersama menantu Abah Kiai, Syekh Arief Zamhari.

“Gak menyangka beliau yg usianya lebih muda dari saya ini, begitu cepat menyusul Abah Yai kembali ke rahmatullah. Padahal Gus Hilman ini pengganti Abah beliau sbg pengasuh Ponpes al-Hikam. Begitu banyak harapan tercurahkan agar beliau menggantikan jejak langkah Abah Yai di panggung nasional. Namun Allah berkehendak lain. Pada akhirnya, kita semua akan kembali berpulang —hanya sekadar menunggu giliran saja. Al-Fatihah,” imbuhnya.

Kiai muda yang akrab disapa Gus Hilman ini merupakan penerus kepemimpinan di Ponpes Al-Hikam setelah meninggalnya sang ayah sekaligus pendiri pondok, KH Hasyim Muzadi, pada 2017 lalu.

Ponpes Al-Hikam sendiri berada di dua tempat, yakni di Jalan Cengger Ayam Kota Malang dan di Kota Depok, Jawa Barat. Dua Ponpes ini menampung mahasiswa sebagai santri, baik mahasiswa yang kuliah di luar pondok, maupun mahasiswa yang menempuh studi di Al-Hikam.

Ponpes Al-Hikam di Kota Mlaang Malang dilengkapi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Sedangkan Al-Hikam di Kota Depok memiliki lembaga Kulliyatul Quran.

Santri di Al-Hikam merupakan santri lulusan sekolah formal dan pondok yang sudah matang pelajaran kitabnya. Namun, para santri tidak bisa menyampaikan ilmunya ke khalayak ramai.

Pendidikan di Al-Hikam memoles santri agar terampil dalam dakwah. Hal inilah yang ditekankan oleh almarhum KH Hasyim Muzadi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here