UAS Tak Setuju Masjid Ditutup Selama PPKM Darurat

801
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz Abdul Somad atau UAS tak setuju jika masjid ditutup selama PPKM Darurat Jawa-Bali. Kebijakan tersebut terkesan mengkambinghitamkan masjid atau tempat ibadah sebagai biang penularan virus corona, sehingga harus ditutup.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Ustadz Abdul Somad meluapkan kekecewaanya atas larangan masjid beroperasi yang diatur oleh pemerintah. Ustadz Abdul Somad singgung tempat umum lain dibuka.

“Melarang orang ke masjid, tapi di mal, di pasar malah dibiarkan. Di mana letak hati kecilmu?” ujar UAS, Jumat (2/7).

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan, selama pandemi melanda Indonesia, masjid kerap dijadikan kambing hitam penularan Covid-19. Padahal, kenyataannya belum tentu demikian.

“Lima jam orang duduk di mal beramai-ramai. Ketawa dan tertular penyakit. Tapi, masjid yang engkau salahkan,” tegasnya.

Menegaskan pernyataanya, Ustadz Abdul Somad bertanya, apakah pemerintah tak malu kepada Tuhan usai membuat larangan tersebut? Sebab, menurutnya, masjid merupakan tempat yang paling disenangi Tuhan dan Rasul-Nya.

“Tak malukah nanti engkau menyebut nama Allah dan Rasulullah? Padahal, tempat ini (masjid) yang dipanggil Allah dan Rasulullah?” kata dia.

Berkaca dari kenyataan tersebut, Ustadz Somad dalam ceramahnya mengimbau, masyarakat sebaiknya tetap beribadah di masjid namun jangan lupa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Diketahui, Pemerintah Pusat resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Pada aturan tersebut, pengetatan berlaku di 122 kabupaten/kota di Jawa dan Bali. Bahkan, imbasnya, rumah ibadah seperti masjid juga ditutup. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here