UAS: Orang Sunda Hebat!

176
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Muslim Obsession – “Orang Sunda hebat, orang Indonesia luar biasa”. Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, Kamis (17/9/2020).

Rupanya, di balik pernyataan tersebut ada kisah menarik tentang kitab populer Kitab Matan al-Ajurrumiyyah yang UAS ceritakan secara singkat. Begini kisahnya, ada seorang ulama dari Maroko. Namanya Abu Abdillah Sidi Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji alias Ibnu Ajurrum (w. 1324 M).

Ia menulis buku gramatikal bahasa Arab (Nahwu) diberi judul Matan al-Ajurrumiyyah. Hampir semua pondok pesantren tradisional menggunakan kitab ini.

“Ketika saya sampai di Masjid Agung Tasikmalaya. Seorang yang rendah hati memberi saya kitab penjelasannya, berbahasa Arab. Ternyata beliau penulisnya langsung: Kyai Asef Zaini Arif. Orang Sunda hebat, orang Indonesia luar biasa. Jazahullah ahsanal jaza’,” tulis UAS.

Untuk diketahui, di kalangan pesantren tradisional, Kitab Matan al-Ajurrumiyyah merupakan textbook tentang ilmu nahwu (gramatika Bahasa Arab) yang sangat terkenal. Hampir setiap santri yang menimba ilmu di pesantren tradisional mengawali pelajaran tentang bahasa Arab melalui kitab ini.

Kitab ini merupakan kitab standar yang merupakan dasar dari pelajaran bahasa Arab. Dalam praktiknya di dunia pesantren, kitab tersebut sering disebut dengan nama Jurrumiyyah. Penamaan tersebut tidak persis sama dengan nama asli kitab tersebut, karena judul lengkap kitab tersebut adalah al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah fi Mabadi’ Ilm al-Arabiyyah.

Meski al-Ajurrumiyyah begitu terkenal di kalangan pesantren, tetapi si pengarang kitab itu sendiri tidak begitu dikenal di kalangan pesantren. Karena dalam praktiknya di pesantren, santri sering kali hanya disodori tentang pelajaran yang terkandung dalam kitab yang sedang dipelajari.

Santri jarang diperkenalkan oleh sang kiai atau ustadz dengan si pengarang kitab yang sedang mereka pelajari. Hal itu wajar juga karena sang kiai atau sang ustaz sendiri belum tentu mengenal betul siapa si pengarang kitabnya.

Dilansir dari berbagai sumber, sesuai namanya, al-Ajurrumiyyah memang kitab muqaddimah (pengantar) tentang ilmu nahwu yang ditulis oleh Ibnu Ajurrum saat berada di Mekkah. Isinya sangat simpel dan mendasar. Karena itulah, kitab ini pun perlu diberi penjelasan yang lebih mendalam saat seorang santri hendak mempelajari ilmu nahwu lebih lanjut.

Dengan alasan itulah, kitab ini akhirnya banyak diberi penjelasan oleh banyak ulama, hingga mencapai tiga puluh buku penjelasan. Penjelasan-penjelasan tersebut kelak dijadikan satu kitab dengan al-Ajurrumiyyah. Dalam kepustakaan bahasa Arab, kitab-kitab yang berisi penjelasan terhadap sebuah kitab yang lain disebut dengan istilah kitab syarah.

Selain diberi penjelasan atau ulasan, kitab al-Ajurrumiyyah juga diringkas oleh ulama-ulama lain menjadi untaian bait (nazham). Tidak kurang dari empat kitab yang memuat untaian bait yang bersumber dari kitab al-Ajurrumiyyah ini.

Kitab untaian bait yang paling terkenal adalah yang dikarang oleh Muhammad bin Abi al-Ghalawi atau yang dikenal dengan nama Ubaid Rabbih. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here