UAS Diancam, MUI: Laporkan ke Polisi!

1593
UAS di MPR
Ustadz Abdul Somad (UAS) saat memberikan taushiyah pada peringatan Harlah MPR RI dan HUT RI ke-73.. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, KH Muhammad Cholil Nafis mendorong Ustadz Abdul Somad (UAS) melaporkan ancaman dan intimidasi yang dia terima saat akan melakukan serangkaian ceramah di sejumlah kota di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Saya mendorong ini dilaporkan,” kata Cholil, Senin (3/9/2018).

Kendati demikian, Cholil mengaku menyayangkan UAS justru mem-posting alasannya membatalkan ceramah di media sosial, ketimbang langsung melaporkannya ke polisi. Karena itu, ia meminta sebaiknya kasus ini segera dilaporkan ke polisi.

“Daripada menimbulkan persepsi yang tidak-tidak, apakah terkait pilpres atau ormas-ormas tertentu, tentu beliau yang merasakan. Ada baiknya kalau ini dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU ini juga menyarankan UAS agar sering berkomunikasi intens dengan pengurus ormas keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, MUI, dan sebagainya. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dengan masyarakat di tingkat bawah.

Baca Juga

“Terkadang jalan dakwah itu butuh kulo nuwun, ewuh pakewuh. Realitasnya ada penolakan, maka untuk menjelaskan ke masyarakat kan tidak bisa ditemui semuanya, tapi ke perwakilan-perwakilan masyarakat, ormas-ormas keagamaan, untuk menjelaskan kesalahpahaman. Saya pribadi, tidak melihat ada yang menyimpang dari cara beliau berdakwah, tetapi yang di bawah ada yang salah paham,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, UAS membatalkan rencana taushiyah di sejumlah kota, lantaran munculnya ancaman dan intimidasi. Hal itu dia ungkap melalui akun Instagramnya.

UAS menyebut ada beberapa ancaman dan intimidasi terhadap taushiyahnya yang akan digelar di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.

UAS juga membatalkan rencana ceramahnya di Solo, Boyolali, Yogyakarta, dan sejumlah kota di Jawa Timur, seperti Malang, Jombang, dan Kediri, karena ancaman dan intimidasi. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here