UAH Salurkan Bilik Disinfektan ke RSUD Kota Bekasi

116
Ustadz Adi Hidayat Buat Bilik Disinfektan (Foto: Instagram)

Jakarta, Muslim Obsession – Ulama kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyalurkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) di tengah wabah virus corona di tanah air.

Di mana salah satunya ia salurkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Melalui akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu, UAH menyatakan dukungan kepada seluruh tenaga medis dengan menyediakan sejumlah APD.

Baca Juga: Support Pejuang Medis, Ustadz Adi Hidayat Sediakan Bilik Disinfektan 

“Alhamdulillah, RSUD Kota Bekasi hari ini telah dilengkapi Bilik disinfektan, masker dan penunjang lainnya. Tetap semangat wahai para pejuang kesehatan. Kami bangga dan senantiasa berdoa untuk Anda semua,” tulis UAH di Instagram, Senin malam (30/3/2020).

Diketahui, Pemerintah telah memutuskan social distancing dan physical distancing, yang harus bisa diterjemahkan dengan bahasa daerah melibatkan tokoh-tokoh di tingkat desa sampai ke Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) melalui konferensi video, Senin (30/3).

“Tentunya tentang apa itu ancaman virus ini, mulai dari bagaimana cara virus ini menular dan apa langkah-langkah yang kita lakukan agar masyarakat tidak dengan mudah terpapar,” ujar Doni seraya menyebutkan beberapa hal terkait yang harus dilakukan.

Pertama, harus disadari bahwa 90% seseorang terpapar virus ini melalui tangan. “Tangan yang menyentuh bagian tertentu pada beberapa tempat, baik di tempat-tempat umum/fasilitas publik, dan sebagainya, kemudian tangan tersebut menyentuh mata, hidung, dan mulut,” kata Doni.

Menurut Doni, inilah yang menjadi faktor penyebab terbesar seseorang terpapar atau bahkan terinfeksi. “Oleh karenanya imbauan untuk selalu cuci tangan bukan hanya sekadar cuci tangan, tetapi juga tangan kita harus betul-betul bisa dikontrol,” sambung Doni.

Kebiasaan umumnya, Doni menyampaikan untuk selalu menyentuh mata, selalu menyentuh hidung, dan juga selalu menyentuh mulut harus bisa dihentikan sebelum mencuci tangan sampai bersih dengan sabun menggunakan air yang mengalir.

“Demikian juga dampak dari seseorang yang sudah positif terpapar virus melalui batuk dan juga bersin yang berbahaya kepada lingkungan sekitarnya,” katanya.

Untuk itu, Doni menyampaikan pentingnya menjaga jarak adalah hal yang sangat prinsipal dalam melakukan physical distancing ini hendaknya dilakukan bukan hanya di ruang publik, tetapi juga di seluruh rumah, di setiap warga.

Di antara anggota keluarganya mungkin ada yang baru pulang dari luar, sambung Doni, bisa jadi mungkin bagian tertentu dari badannya telah menyentuh droplet atau mungkin barang-barang yang sudah terpapar oleh virus ini.

“Sehingga mengingatkan satu sama lain adalah hal yang paling penting saat ini, jangan biarkan ada saudara-saudara kita yang lalai dan abai,” ujarnya.

Hal berikutnya lagi, sambung Doni, adalah bagaimana bisa melindungi saudara-saudara yang termasuk kelompok paling rentan.

“Yang pertama adalah mereka yang berusia lanjut, hal ini harus menjadi prioritas. Karena sebagian besar yang terpapar bahkan mengakibatkan meninggal dunia adalah keluarga kita yang berusia lanjut,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here