Turut Rebut Kemerdekaan, Menag Imbau Santri Harus Percaya Diri

70
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau para santri untuk tampil percaya diri karena kemerdekaan Republik ini tak lepas dari peran penting para santri.

Demikian dikemukakan Menag saat memberikan sambutan di kegiatan Pagelaran Wayang bertajuk Semar Bangun Pesantren. Acara ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (20/10/2021) malam.

“Santri harus percaya diri. Karena, Santri bisa jadi presiden, wakil presiden, menteri, bupati, dan bisa jadi apa saja. Selamat hari santri, semoga benar-benar menjadi inspirasi,” ungkap Menag.

BACA JUGA: Menag: Santri adalah Pemenang Masa Depan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hadir di Asrama Pondok Gede, pukul 19.45 Wib. Menggunakan batik bermotif gambar Gareng, salah satu tokoh wayang.

Pagelaran Wayang kali pertama di Kementerian Agama ini menghadirkan dalang Ki Gondong Al-Frustasi, sinden Agnes Sefronzo, dan pelawak Marwoto.

Pagelaran Wayang ini juga disiarkan secara langsung mulai pukul 19.30 WIB melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

“Dalang Ki Gondong Al-Frustasi ini, Saya temukan di daerah Rembang. Ia bersemayam di tengah hutan, dalang muda, yang memiliki talenta yang tidak banyak kita temukan sekarang,” kata  Menag Yaqut, yang hadir bersama istrinya, Hj Eny Yaqut Cholil.

BACA JUGA: Ramaikan Hari Santri, 100 Pesantren Ikuti Pameran Virtual

Mudah-mudahan gelaran wayang malam ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda bangsa Indonesia, bahwa kita memiliki budaya, nilai-nilai tradisi, dan nilai-nilai keagamaan yang selalu membimbing masyarakat, dan ini perlu dilestarikan,” tandas Menag.

Dirjen Pendis, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa dalam menyemarakkan hari santri, malam ini Kementerian Agama mengadakan pagelaran wayang.

Bagi Ali Ramdhani, tokoh Semar dalam wayang, bisa menjadi sosok sebagai kyai yang membangun pesantren.

BACA JUGA: Kanwil Kemenag Jabar Berikan Santunan Bagi 3.500 Santri

Pesantren tidak hanya sebagai menara gading yang indah, elok dipandnag, namun harus bisa sebagai mercusuar yang dibutuhkan bangsa untuk pembangunan bangsa.

“Agama, dakwah, dan budaya sebagai satu nafas dalam membangun peradaban. Agama lebih manusiawi dengan tampilan kearifan lokal,” kata Ali Ramdhani.

Ali Ramdhani berharap, dengan pagelaran wayang ini, semua yang menyaksikan utamanya para santri di seluruh penjuru Indonesia dapat mengambil pesan dan nilai tradisi, dan agar santri menjadi piara kebudayaan.

“Santri harus menampilkan wajah-wajah yang ramah, tidak mengejek, dan dapat menampilkan nilai-nilai rahmatan lil alamin,” tutup Ali Ramdhani. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here