Turki Pertanyakan Peta Israel di Sidang PBB

410
Erdogan (Foto: Jerusalem Post)

Jakarta, Muslim Obsession – Israel, yang negaranya nyaris tidak ada pada tahun 1947, telah berlanjut hingga hari ini untuk merebut tanah Palestina.

“Di mana perbatasan Negara Israel? Apakah itu perbatasan 1947, perbatasan 1967 atau ada perbatasan lain yang perlu kita ketahui?” tanya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Jenderal PBB, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Kamis (26/9/2019).

Erdogan, menyinggung rencana Netanyahu untuk memperluas kedaulatan Israel ke permukiman Tepi Barat. Erdogan mengangkat empat peta untuk mengilustrasikan poinnya, dengan Palestina berwarna hijau dan Israel berwarna putih, untuk menunjukkan perubahan perbatasan Israel dari tahun 1947 menjadi hari ini.

Erdogan juga berbicara menentang pengakuan AS atas pencaplokan Dataran Tinggi Golan Israel tahun 1981.

“Bagaimana bisa Dataran Tinggi Golan dan pemukiman Tepi Barat direbut seperti wilayah Palestina yang diduduki lainnya di depan mata dunia?” tanya Erdogan lagi.

Dia juga menuduh pemerintahan Trump ingin menghancurkan kewarganegaraan Palestina dengan rencananya yang tidak dipublikasikan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Apakah tujuan inisiatif untuk mempromosikan, sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini,’ untuk sepenuhnya menghilangkan kehadiran negara dan rakyat Palestina? Apakah Anda ingin pertumpahan darah lainnya?” imbuh Erdogan.

Menurutnya, semua aktor dari komunitas internasional, dan khususnya PBB, harus memberikan dukungan penuh kepada orang-orang Palestina di luar lebih banyak janji.

“Semua aktor masyarakat internasional dan khususnya PBB harus memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina di luar janji-janji lainnya,” katanya.

“Saya cukup ingin tahu, bagaimana dengan peta Israel ini? Di manakah Israel? Di mana tanah Israel mulai dan berakhir? Lihatlah peta ini, di mana Israel pada tahun 1947 dan di mana Israel sekarang, khususnya antara tahun-tahun antara 1949 dan 1967?” protes Erdogan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here