Turki dan Afrika Selatan Tarik Duta Besarnya dari Tel Aviv

548
Demonstrasi warga Palestina (Photo: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Turki dan Afrika Selatan menarik duta besarnya dari Tel Aviv. Pasca kekerasan yang dilakukan pasukan bersenjata Israel kepada demonstran Palestina, yang menewaskan lebih dari 50 orang dan 2.700 lebih luka-luka. Saat hari peresmian kedutaan AS di Yerusalem, Senin (14/5/2018).

“Sebagaimana telah kami nyatakan pada kesempatan sebelumnya, Afrika Selatan menegaskan kembali pandangannya bahwa Pasukan Pertahanan Israel harus mundur dari Jalur Gaza dan mengakhiri serangan kekerasan dan destruktif ke wilayah Palestina,” demikian pernyataan Afrika Selatan, Rabu (16/5/2018).

Meski demikian, penarikan duta besar Afrika Selatan Sisa Ngombane menuai kecaman dari komunitas Yahudi di negara tersebut. Karena pada Desember 2017, mereka memutuskan untuk menjadikan kedutaan Afrika Selatan sebagai kantor penghubung.

Menurut Dewan Perwakilan Yahudi Afrika Selatan dan Federasi Zionis SA, Israel memiliki hak untuk mempertahankan perbatasannya sendiri dan warga negaranya sendiri melawan Palestina yang dihasut oleh Hamas. Untuk menyerbu pagar keamanan dan menyerang warga sipil Israel.

“Keputusan Afrika Selatan untuk menarik kembali duta besarnya itu sudah keterlaluan dan menunjukkan standar ganda. Kami memang menyesali hilangnya nyawa warga sipil, tetapi Israel sebagai negara berdaulat memiliki hak untuk mempertahankan perbatasannya dan warganya sendiri,” katanya, seperti dilansir situs Boston, Kamis (17/5/2018).

Menurut mereka, dengan menarik duta besarnya, Afrika Selatan pada dasarnya berjalan jauh dari memainkan peran dalam menemukan resolusi yang sangat dibutuhkan untuk memecahkan konflik.

Di samping itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut hangat keputusan Afrika Selatan untuk menarik duta besarnya dari Tel Aviv. Kementrian memuji keputusan Afrika Selatan sebagai tekanan dan seruan kepada masyarakat internasional untuk melakukan tindakan secepatnya.

Selain Afrika Selatan, tanggapan dari Istanbul Turki adalah salah satu yang paling cepat dan intens. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kepada duta besarnya untuk Israel, Eitan Na’eh, bahwa akan pantas baginya untuk kembali.

Perintah tersebut justru disambut hangat oleh Israel dengan segera mengusir konsul jenderal Turki di Yerusalem.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki darah Palestina di tangannya. Namun, tuduhan itu dibantah oleh Netanyahu dengan pernyataan berapi-api.

“Erdogan adalah salah satu pendukung Hamas terbesar dan tidak ada keraguan bahwa dia memahami terorisme dan pembantaian,” kata Netanyahu, dengan menegaskan bahwa AS dan Israel menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.

Tidak lama kemudian, Erdogan menyampaikan bantahannya di Twitter.

“Hamas bukan organisasi teroris dan Palestina bukan teroris. Ini adalah gerakan perlawanan yang membela tanah air Palestina melawan kekuatan pendudukan,” kata Erdogan.

“Dunia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan penindas mereka,” tegasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here