Trik Jitu Teuku Umar Melamar Cut Nyak Dhien

1948
Rumah Cut Nyak Dhien (Foto: Wikipedia)

“Jangan panggil aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Namun bukan berarti aku tak butuh lelaki untuk aku cintai.” kata Pramoedya Ananta Toer dalam tulisannya Bumi Manusia.

Kiranya seperti itu pula yang terjadi pada sosok Cut Nyak Dhien yang akhirnya luluh oleh bujuk Teuku Umar. Tapi terlepas dari itu semua, bersatunya mereka mengobarkan kembali semangat juang rakyat Aceh.

Soal ‘luka’ Teuku Umar, belakangan Cut Nyak Dhien merasa curiga. Akhirnya Teuku Umar berkata jujur dan mereka berdua pun tertawa.

Perang demi perang pun terus terjadi. Teuku Umar akhirnya tewas tertembak. Meski pedih, Cut Nyak Dhien tidak ingin membuang waktu hanya untuk menangisi suaminya. Ia tak mau pengorbanan Teuku Umar sia-sia. Cut Nyak Dhien bertekad melanjutkan perjuangan suaminya sampai tetes darah terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here