Trik Jitu Teuku Umar Melamar Cut Nyak Dhien

1948
Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar (Foto: Istimewa)

Kisah cinta mereka berawal saat Cut Nyak Dhien marah besar karena suami pertamanya Teuku Ibrahim Lamnga tewas dalam perang melawan Belanda di Gle Tarum pada 28 Juni 1878. Kemarahannya membuat dirinya bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Cut Nyak Dhien pun mengucap janji akan bersedia menikahi laki-laki yang dapat membantunya menuntut balas kematian Teuku Ibrahim.

Selama menjanda bertahun-tahun, Cut Nyak Dhien memimpin sendiri pasukan perang. Namun, rupanya dia gelisah mencari sosok pendamping sekaligus pemimpin pasukan perang.

Akhirnya muncullah seorang pria dari Meulaboh yang tidak lain ialah Teuku Umar. Teuku Umar langsung jatuh hati saat pertama kali melihat Cut Nyak Dhien.

“Saya bersedia menjadi panglima perang pasukan ini. Namun, dengan syarat Cut Nyak Dhien bersedia menjadi istri saya,” kata Umar.

Sontak Cut Nyak Dhien terkejut mendengar pernyataan Teuku Umar. Cut Nyak Dhien pun menolak dengan tegas lamaran Teuku Umar.

Mendapat respon seperti itu, Teuku Umar hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Namun, bukanlah seorang pahlawan jika dia mudah menyerah dan pasrah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here