Trik Cerdas Salman Al-Farisi Saat Umat Muslim Dikepung Yahudi

818
Cerita Pemuda Persia Salman Al-Farisi (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Tidak ada yang menyangka, bermula dari keresahan batin seorang anak muda Persia tentang agama asalnya (Majusi), tiba-tiba saja dia menaruh hati pada Islam.

Bahkan, kehadirannya menjadi cahaya dan mutiara berharga dalam sejarah peperangan umat Islam zaman dulu. Siapakah sosok pemuda itu?

Dialah Salman Al-Farisi. Tokoh brilian dalam strategi perang. Parit yang dia usulkan menjadi strategi jitu melindungi Kota Madinah dalam perang Khandaq (atau Ahzab). Setelah Rasulullah wafat, ia dikirim menjadi gubernur di Kufah, hingga ia meninggal. Salman Al-Farisi, bukan orang sembarangan. Ia seorang anak muda pemberani nan cerdas.


Baca Juga:


Nama lengkapnya Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Ia juga biasa dipanggil Abu Abdillah dan bergelar Salman Al-Khair atau Salman bin Al-Islam. Ia berasal dari desa Jayy, bagian dari Kota Asbahan (Kota Isfahan), Iran atau Persia.

Ayahnya seorang pembesar di desanya dan ahli pertanian. Salman adalah anak yang paling disayangi ayahnya. Saking sayangnya, Salman kecil tidak dibolehkan keluar rumah.

Dia diminta senantiasa berada di samping perapian. Ia menjalani hari-harinya sebagai penjaga api, sesembahan penganut agama Majusi, hingga ia merasa seperti seorang budak. Ketika itu ia dikenal dengan nama aslinya: Ruziyah.

Suatu ketika, di saat Salman sudah beranjak besar, ayahnya yang sudah tua tidak bisa lagi melihat perkebunannya yang luas. Untuk itu, ayahnya meminta Salman melakukannya, dan inilah kali pertama Salman keluar rumah. Sekaligus menjadi pengalaman yang akhirnya membawanya pada keraguan tentang agama ayah dan keluarganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here