Tragis, Warga Hebron Berkisah tentang Invasi Israel di Palestina

792
Peta pendudukan tanah Palestina oleh Israel. (Sumber: Askiyon News Magazine)

Jatinangor, Muslim Obsession – Penjajahan Israel terhadap Palestina-Israel telah berlangsung cukup lama dan paling tragis di dunia. Konon, akar invasi Israel dimulai sejak zaman Alkitab. Tetapi dari perspektif sejarah modern, akhir tahun 1800-an dan awal 1900-an adalah pusat dari situasi yang ada sekarang.

Penjajahan Palestina oleh Israel berawal dari mimpi Theodore Herlz yang ingin mendirikan negara Israel pada 1896. Ide mendirikan negara tersebut sempat ditolak oleh para rabi di Jerman karena menentang Kitab Taurat.

Namun, berkat lobi Zionis pada Inggris, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, Inggris menjanjikan tanah Palestina untuk Zionis pada 1917.

Ketika Kekhalifahan Turki Utsmani dihancurkan Inggris dan sekutu, Palestina yang sebelumnya menjadi bagian dari wilayah Kekhalifahan Turki Utsmani, jatuh ke dalam jajahan Inggris. Selama itu, Zionis mengirimkan Yahudi Eropa ke Palestina.

“Tadinya hanya satu, lalu makin banyak. Setelah dua puluh tahun, tiga puluh tahun, makin banyak. Selama 30 tahun, mereka hidup diterima damai oleh warga asli Palestina,” ujar Dr. Dhia Al-Junaidi, orang Palestina asal Hebron, saat menjadi narasumber di acara Al-Aqsha Awareness Week (AAW) yang dihelat di Universitas Padjadjaran, Selasa (8/10/2019).

Dhia bercerita, ternyata Israel diam-diam membuat rencana besar. Orang-orang Yahudi yang datang membentuk pasukan rahasia. Tujuannya untuk merebut seluruh tanah milik Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here