Tradisi yang Hilang! Mengumpulkan Keluarga Saat Khataman Al-Quran

125
Belajar di Pos Ronda 1
Anak-anak yang berasal dari orangtua pemulung, tukang ojek, buruh pabrik, dan lain-lain ini belajar membaca Al-Quran di pos ronda. (Foto: Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Salah satu tradisi di mushalla-mushalla kampung dahulu adalah masyarakat di sekitarnya untuk berkumpul ketika salah seorang anak berhasil mengkhatamkan Al-Quran. Itu pertanda bahwa dia sudah fasih membaca kitab suci.

Tidak hanya di mushalla, keluarga anak tersebut juga bisa mengundang tetangga untuk berdoa dan makan bersama sebagai tanda syukur kepada Allah Ta’ala. Nah, tradisi ini yang mulai hilang.

Mengutip Bincang Syariah, mengumpulkan keluarga dan sanak famili ketika mengkhatamkan Al-Quran termasuk perkara yang dianjurkan. Bahkan banyak sahabat yang pernah melakukannya. Di antaranya adalah Anas bin Malik. Beliau mengumpulkan anak dan keluarganya saat beliau mengkhatamkan Al-Quran.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Darimi, dari Tsabit, dia berkata;

كَانَ أَنَسٌ إِذَا خَتَمَ الْقُرْآنَ، جَمَعَ وَلَدَهُ وَأَهْلَ بَيْتِهِ فَدَعَا لَهُمْ

“Anas bin Malik ketika mengkhatamkan Al-Quran, beliau mengumpulkan anaknya dan keluarganya. Kemudian beliau berdoa untuk mereka”.

Hadits ini menyebutkan bahwa tujuan Anas bin Malik mengumpulkan anak dan keluarganya saat mengkhatamkan Al-Quran adalah untuk berdoa bersama mereka. Kenapa demikian? Berdoa saat mengkhatamkan Al-Quran akan dikabulkan oleh Allah karena diaminkan oleh empat ribu malaikat.

Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Al-Darimi:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ ثُمَّ دَعَا، أَمَّنَ عَلَى دُعَائِهِ أَرْبَعَةُ آلَافِ مَلَكٍ

“Barangsiapa membaca Al-Quran kemudian ia berdoa, maka ada empat ribu malaikat yang mengaminkan doanya”.

Bahkan Imam Mujahid bukan hanya mengumpulkan keluarganya ketika beliau mengkhatamkan Al-Quran, tapi juga mengundang teman dan tetangganya untuk berdoa bersama. Hal itu beliau lakukan karena agar mereka mendapatkan keberkahan doa setelah mengkhatamkan Al-Quran.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Al-Darimi dari Hakam, dia berkata;

بَعَثَ إِلَيَّ مُجَاهِدٌ قَالَ: إِنَّمَا دَعَوْنَاكَ أَنَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْتِمَ الْقُرْآنَ وَإِنَّهُ بَلَغَنَا أَنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ عِنْدَ خَتْمِ الْقُرْآنِ

“Mujahid mengirim utusan kepadaku seraya berkata; ‘Sesungguhnya kami mengundang kamu karena kami ingin mengkhatamkan Al-Quran, dan telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan saat mengkhatamkan Al-Quran”.

Wallahu a’lam bish shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here