Tradisi Qunut di Hari Ke-15 Ramadhan

1496
ketupat (Foto: Istimewa)

Bogor, Muslim Obsession – Ramadhan kerap diidentikkan dengan kurma. Sedangkan Lebaran identik dengan ketupat. Kedua anggapan tersebut beralasan karena pada umumnya, Muslim kerap mengawali buka puasa dengan kurma. Kemudian ketupat kerap menjadi menu wajib saat Hari Raya Idul Fitri.

Namun ternyata anggapan tersebut tidak berlaku untuk masyarakat Kampung Bagoang, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Di hari ke-15 Ramadhan, mereka mengenal istilah ‘Qunut’.

Nuansa Qunut sudah terasa sejak satu hari sebelumnya. Mereka mulai mengambil daun kelapa muda dan menganyamnya menjadi cangkang ketupat. Kemudian setelah sahur, mereka merebus ketupat tersebut berjam-jam sampai matang.

Puncak Qunut terjadi di malam hari. Usai menunaikan Shalat Tarawih berjamaah, kaum adam Kampung Bagoang tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan duduk bersila di teras masjid dan menggelar zikir bersama.

Selesai zikir, puluhan bahkan ratusan ketupat sudah tersaji dan siap dinikmati. Mereka memakan ketupat dengan opor atau sayur santan hasil olahan warga.

“Tradisi Qunut sudah ada sejak lama. Sejak dulu kala,” kata salah satu Ketua RW di Kampung Bagoang, Enung Nurhalim, Jum’at (1/6/2018).

Jadi masyarakat Kampung Bagoang mengenal ketupat sebagai santapan khas pertengahan Ramadan. Bukan Lebaran. Sedangkan di Hari Raya Idul Fitri, mereka kerap menyajikan olahan ayam atau daging sebagai teman untuk menyantap nasi. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here