Tradisi Nabi Nuh yang Tidak Bisa Diikuti Nabi Muhammad dan Umatnya

164

Jakarta, Muslim Obsession – Nabi Nuh termasuk salah satu dari lima Nabi Ulul Azmi, selain Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad. Meski Nabi Nuh punya ketabahan serta tingkat kesabaran yang luar biasa sehingga disebut Ulul Azmi. Namun ada tradisi Nabi Nuh yang tidak bisa diterima Nabi Muhammad Saw, dan umatnya.

Demikian dikatakan oleh KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha. Ia menyebut Nabi Nuh memang dikenal tabah dalam berdakwah mensyiarkan agama Allah. Namun ada kata Gus Baha, tradisi yang tidak bisa diikuti oleh Nabi Muhammad Saw.

“Satu-satunya Nabi Ulul Azmi yang tradisinya tidak boleh diikuti oleh Nabi Muhammad adalah tradisi Nabi Nuh,” kata Gus Baha dalam akun youtube Santri Gayeng yang dikutip Muslim Obsession, Jumat (29/1/2021).

Gus Baha menyebut Nabi Nuh kalau sudah dalam posisi marah, maka dia akan berdoa kepada Allah dengan melaknat orang tersebut sampai anak cucunya.

“Ya Allah hamba mohon orang-orang kafir orang-orang fasik ini musnahkan sampai anak turunannya. Karena jika dibiarkan hidup, anak turunan orang-orang kafir ini akan sama seperti para orangtuanya dulu. Maka lebih baik musnahkan,” kata Gus Baha menyebut doa Nabi Nuh.

Kisah ditenggelamkannya umat Nabi Nuh kata Gus Baha menjadi bukti bahwa Nabi Nuh menginginkan semua umatnya yang kafir dan fasik ini dimusnahkan dengan bencana banjir besar. Bahkan istri dan anak Nabi Nuh Kan’an yang tidak taat pada ajaran ayahnya, ikut musnah dalam banjir besar pada zaman itu. Dunia kata Gus Baha, hanya tersisa 80 orang yang ikut dalam kapal Nabi Nuh.

Menurut Gus Baha, doa semacam ini tidak diterima oleh Nabi Muhammad. Karena sama saja menghilangkan rahmat dan kasih sayang Allah yang Maha memberikan hidayah kepada orang-orang yang dihendaki. Faktanya kata Gus Baha banyak orang-orang alim lahir dari rahim orang kafir.

Bahkan Nabi sangat menentang kepada umatnya untuk mendoakan jelek kepada siapapun. Dalam sejarah, Nabi sendiri pernah berdoa bahwa ia berharap suatu saat Allah bisa melahirkan orang-orang alim dari rahim orang fasik. Karena Nabi yakin, Allah maha pemberi hidayah.

“Syariatnya Nabi Muhammad orang fasik, orang nakal bisa saja melahirkan orang shalih. Kalau Nabi Nuh beranggapan orang kafir itu hanya akan melahirkan orang kafir baru. Ini yang tidak bisa terima,” kata Gus Baha.

“Dulu Malaikat Jibril pernah izin kepada Nabi Muhammad untuk menghancurkan orang-orang kafir Quraish dengan melemparkan gunung-gunung ke arah mereka. Namun Nabi menolak. Nabi justru berdoa suatu saat ia ingin dari rahim-rahim orang kafir ini lahir orang-orang yang shalih,” tutur Gus Baha.

Akhirnya doa Nabi terkabul, Abu Jahal yang terkenal fasik itu melahirkan seorang anak bernama Ikrimah. Berbeda dengan ayahnya, Ikrimah justru masuk Islam dan tumbuh menjadi orang yang sangat alim. Demikian juga putri Abu Lahab, Darrah dia juga akhirnya masuk Islam dan dikenal sangat shalihah, termasuk dalam sahabat Nabi.

“Di sini menunjukan bahwa ilmu Nabi Muhammad itu lebih tinggi dibanding ilmu Nabi Nuh,” tandas Gus Baha.

“Dari situ ilmunya Nabi Muhammad benar. Sekarang kalian bisa liat ada bapak seorang penjahat, tapi anaknya di pesantren. Bapaknya nggak bisa baca Quran, anaknya pintar ngaji. Orangtuanya tidak puasa, anaknya malah rajin puasa. Itu berkat doa dan ajaran Nabi Muhammad,” ucap Gus Baha.

Termasuk juga tidak menutup kemungkinan juga orangtua yang terlihat alim, tapi justru tidak bisa melahirkan generasi yang shalih. Gus Baha menyebut ada juga sebagian anak kiai, anak guru, anak dari orang yang berpendidikan, tapi tidak mencerminkan kealiman orangtuanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here