Top! Masjid Syaikh ‘Ajlin Karya Ridwan Kamil Mulai Dibangun di Palestina

51

Bandung, Muslim Obsession – Masjid Syaikh ‘Ajlin karya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai dibangun di Gaza, Palestina pada, Rabu (7/4/2021). Masjid tersebut berkonsep keseimbangan hubungan seorang muslim dengan ilahi, manusia, dan alam.

Ridwan Kamil mengatakan, konsep keseimbangan hubungan itu direpresentasikan lewat tiga bangunan utama masjid bergaya futuristik.

“Makanya ada struktur yang tinggi di tengah habluminallah, kanan hablumminannas, dan hablumminal alam. Bahwa kita harus seimbang dalam hubungan kepada Allah, manusia dan mencintai alam,” tutur Ridwan Kamil dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Syaikh ‘Ajlin yang digelar secara virtual di Bandung dan Gaza, Palestina.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, masjid tersebut akan dibangun tiga lantai. Tidak hanya untuk tempat salat, namun juga menjadi tempat belajar atau madrasah. Karenanya, dia berharap, fungsi masjid bisa kembali seperti sedia kala.

“Itulah kenapa sebelum dihancurkan pada 2014 sudah ribuan penghafal Quran lulus dari masjid Syaikh ‘Ajlin yang lama,” ujarnya.

Rencananya, kata Kang Emil, pembangunan masjid ini akan menelan anggaran Rp20 miliar. Saat ini, dana yang telah masuk sebesar Rp2,08 miliar yang berasal dari Pemprov Jabar dan Rp1,97 miliar dari Wakaf Salman.

“Karena itu saya titip, mari atas nama kemanusiaan dan ukhwah Islamiah kita bantu sedekah infak langsung dan digital untuk menggenapkan kemuliaan seluruh pembangunan ini,” ucapnya.

Disinggung penunjukkan dirinya sebagai arsitek masjid tersebut, Kang Emil menerangkan bahwa hal itu sebenarnya dilakukan saat dirinya masih menjabat Wali Kota Bandung.

“Sebelum menjadi kepala daerah, saya adalah seorang arsitek dan dakwah saya dengan mendesain infrastuktur, dengan imajinasi saya, saya ingin mengembalikan kebanggaan warga Palestina,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Aman Palestin Indonesia, Miftahuddin Kemal menjelaskan, Masjid Syaikh ‘Ajlin mulai dibangun 1957 silam di perkampungan Syaikh ‘Ajlin yang berada di tepi pantai. Masjid tersebut sempat direnovasi berkali-kali. Namun, pada 2014, masjid tersebut hancur lebur akibat serangan Israel.

“Nama masjid dinisbatkan kepada tokoh mujahiddin, ahli syariah, alim ulama, dan ahli tassawuf. Bayangkan, ketika masjid tersebut hancur lebur oleh Israel, orang-orang salat di tenda darurat, mereka juga salat di bawah pasir pantai di bawah terik matahari dan di bawah guyuran hujan,” ujarnya.

“Jadi pengakuan dari warga kampung Syaikh ‘Ajlin, masjid ini dipenuhi jamaah yang sampai jumlahnya ribuan saat musim panas. Masjid ini kebanggan bangsa Indonesia,” ucapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here