Tokoh Agama Desak PBB Tolak Keputusan Donald Trump

733
Presiden AS Donald Trump

Jakarta, Muslim Obsession – Setelah pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengakui Yerusalem adalalah ibu kota Israel, pemimpin dunia bereaksi keras dan menyatakan prihatin.

Keputusan tersebut juga membuat Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) mengambil sikap untuk melakukan Pertemuan Solidaritas Palestina di Kantor CDC, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dalam pertemuan tersebut hadir tokoh-tokoh umat beragama, di antaranya Ketua PPIP Prof Din Syamsuddin, Ketua Al-Irsyad Abdullah Djaidi, Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, tokoh Katolik Franz Magnis Suseno, dan tokoh Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom.

Para tokoh agama memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak mengklaim Baitul Maqdis (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan besar negaranya ke sana. Tokoh-tokoh agama juga menyerukan masyarakat internasional lintas agama dan bangsa untuk bersatu padu menolak dan mendesak Trump agar mencabut kembali keputusannya.

Tokoh-tokoh agama juga mendesak PBB untuk menolak keputusan sepihak Trump dan menegakkan resolusi-resolusi PBB atas Israel serta menjatuhkan sanksi tegas atas pelanggarannya.

“Keputusan Presiden Donald Trump adalah bentuk agresi, aneksasi, dan provokasi serta radikalisme nyata yang melanggar ketentuan-ketentuan internasional (Resolusi-Resolusi PBB) yang menegaskan status quo Jerusalem,” tegas Din Syamsuddin.

Keputusan Presiden Trump secara nyata telah menghentikan dan menafikan proses perdamaian Israel-Palestina yang telah berlangsung selama ini. Juga dinilai mendorong reaksi global dan membawa dampak sistemik terhadap stabilitas dan keamanan dunia. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here