Toko dan Restoran di Beijing Dilarang Gunakan Tulisan Arab atau Simbol Halal

498
Toko Halal di Beijing (Foto: About Islam)

Tiongkok, Muslim Obsession – Pejabat pemerintah di Beijing telah meminta toko dan restoran halal untuk menghapus tulisan Arab dan simbol yang terkait dengan Islam.

“Mereka mengatakan ini adalah budaya asing dan Anda harus menggunakan lebih banyak budaya Cina,” kata manajer sebuah toko mie di Beijing kepada Reuters, dikutip Kamis (1/8/2019). 

Pria itu mengatakan bahwa beberapa pejabat pemerintah memerintahkannya untuk menutupi tulisan “halal” dalam bahasa Arab pada papan nama tokonya, di depan mata mereka.

Serangkaian peraturan agama baru diumumkan pada Februari 2018, yang mencakup deklarasi yang mewajibkan bendera nasional dikibarkan oleh masjid-masjid lokal bersamaan dengan penghapusan simbol-simbol Islam non-Cina.

Banyak dekorasi masjid berasal dari Timur Tengah, termasuk desain geometris yang rumit, tulisan Arab bergaya dan bulan sabit dan bintang di mana-mana. Masjid lebih lanjut diminta untuk mengadopsi gaya arsitektur Cina, dengan semua kubah akan dihancurkan pada akhir Maret.

Anak di bawah umur, di bawah usia 18 tahun, dilarang memasuki masjid untuk belajar, termasuk selama liburan. Para sarjana diberitahu bahwa mereka harus mendaftarkan alamat tempat tinggal mereka serta memberikan rincian pribadi dan dokumentasi.

Larangan juga diberlakukan pada penggunaan pengeras suara untuk panggilan shalat dan bacaan Al-Quran. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here