Tips untuk Ibu Menangani Sindrom Baby Blues Menurut Islam

1898
Bayi (Foto: Romper)

Muslim Obsession –  Mengandung bayi selama sembilan bulan adalah anugerah bagi seorang ibu. Meski mengandung bukanlah hal yang mudah dan banyak sekali ujian yang harus disikapi dengan baik dan sabar.

Namun, bagaimana jadinya jika setelah bayi dilahirkan ke dunia, justru bukan rasa bahagia yang muncul namun sebaliknya. Seperti perasaan cemas, sedih, frustasi dan sebagainya.

Dikutip dari situs Friso.co.id, Selasa (31/12/2019) ada sekitar 70-80% ibu baru secara mengejutkan memiliki perubahan mood dan perasaan yang negatif terhadap bayi mereka setelah melakukan proses persalinan.

Perubahan mood inilah yang disebut sebagai sindrom baby blues. Gejala baby blues sering kali terjadi secara mendadak di empat atau lima hari setelah kelahiran bayi. Seberapa cepat kemunculan gejala baby blues sering kali dipengaruhi bagaimana bayi dilahirkan.

Parahnya, sindrom ini bisa berakibat fatal jika tidak diatasi. Di antaranya dengan kasus menyakiti bayi seperti timbul perasaan ingin membunuhnya. Penyebabnya pun masih belum diketahui secara pasti, namun dimungkinkan karena ibu tidak mampu menahan tekanan setelah melahirkan, omongan orang lain yang tidak menyenangkan, atau ketidakpedulian suami.

Namun sebagai Muslim, menurut Buya Yahya, dalam video ceramahnya di channel  Youtube Al-Bahjah TVhal ini disebabkan oleh kurangnya iman pada diri sang ibu. Untuk menanganinya, keluarga, orang sekitar, utamanya suami, juga harus ikut andil membantu sang istri yang terkena Baby Blues ini.

“Banyak penyebab Baby Blues, di antaranya depresi karena mungkin dia merasa belum siap, atau anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan keinginan suami. Suami ingin anak laki-laki, yang keluar perempuan, atau suaminya tidak peduli. Sehingga setan membisikkan ke dalam diri wanita tersebut bahkan hingga timbul keinginan membunuhnya, itu gila, gak punya kasih sayang, itu jelas gak punya iman, imannya keropos,” jelas Buya.

Bagi Buya, mau anak itu jelek atau ganteng bahkan cacat sekalipun, itu adalah karunia dan titipan dari Allah Swt.

“Kuncinya adalah iman, iman yang ada dalam diri wanita. Karena bagaimana bisa seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri. Ini lebih busuk dari srigala,” ujarnya.

Maka dari itu, pesan Buya kepada para wanita, dalam kandungan itu adalah karunia Allah. Capeknya itu adalah ibadah di hadapan Allah. Melahirkan itu sendiri jaminannya surga. Kalau ada orang meninggal saat melahirkan berarti ia mati dalam keadaan syahid, tidak disiksa oleh Allah. Lalu mendidik anak semuanya bernilai pahala di hadapan Allah.

“Lalu untukmu wahai para suami, jangan sampai lemahkan istrimu. Dosa besar dirimu. Suami gila tidak punya tanggung jawab, besar di hadapan Allah dzalimnya. Istri jangan diacuhkan begitu saja, tidak diberi senyum, tidak ada rasa terima kasih. Melahirkan itu gak gampang ya. Mengandung juga berat. Maka berikan kasih sayang yang sempurna kepada istrimu, dan besarkan hati istrimu,” pesan Buya.

Lebih lanjut, Buya juga berpesan kepada para suami untuk tidak marah kepada istri ketika melahirkan anak yang tidak sesuai keinginan.

“Apalagi di saat istri melahirkan anak perempuan, Anda menghendaki laki-laki. Anda itu kurang ajar kepada Allah kalau tiba-tiba marah kepada istri. Memang istri bisa mencetak ini laki-laki ini perempuan? Gak bisa. Ini dari Allah,” pungkas Buya. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here