Tips Gus Baha Agar Hidup Tak Gampang Kecewa

645
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.

Muslim Obsession – Kehidupan seseorang sudah pasti diwarnai suka dan duka. Di balik itu ada target yang ingin dicapai atau impian yang ingin diwujudkan. Jika tercapai sudah pasti suka. Sebaliknya, jika tak tercapai, banyak orang yang kecewa dan ujung-ujungnya berduka.

Tak seorang pun ingin kecewa. Oleh karenanya ada tips yang harus dipegang betul agar hidup selalu bahagia, tak dihinggapi kecewa. Apa tipsnya?

Menurut Gus Baha, agar tak kecewa, seseorang tak semestinya terlalu bersemangat dalam mengejar impiannya. Semangat boleh asal sekadarnya.

“Seperti halnya menjadi Kiai. Kiai semangat, itu pasti semangatnya 1 tahun 2 tahun. Kalau sudah lama, nanti biasa. Karena sudah bosan, semua keinginannya nggak kesampaian,” jelas kiai muda pemilik nama KH. Bahauddin Nur Salim itu dalam sebuah tayangan video.

Ia melanjutkan, saat menjalani latihan jadi kiai seseorang pasti membayangkan masyarakat akan nurut kepadanya, mengaji semua. Tapi ketika sudah puluhan tahun masyarakat masih biasa-biasa saja, lama kelamaan ia pun akan kendor semangatnya.

“Pertama memang pasti semangat. Ayo coba tanyakan ke imam-imam masjid, semangatnya berapa bulan? Ketika dia istiqamah jamaah, ternyata reaksinya cuma shaf awal saja. Tambah istiqamah, tetap saja shaf awal saja. Malah terkadang berkurang. Lama kelamaan pasti mikir. Lama-lama akhirnya menggendorkan diri. Akhirnya membuat wakil. Membuat wakil, lama kelamaan diimami santri. Ya lama-lama akhirnya santai. Itu yang benar. Mulai benar ya itu,” kata Gus Baha disambut tawa hadirin pengajian.

Gus Baha kemudian menceritakan sebuah peristiwa ketika Allah memberikan peringatan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terlalu bersemangat dalam berdakwah. (QS. Al-Kahfi: 6).

“Jadi, akhirnya Allah itu kasihan dengan Kanjeng Nabi karena terlalu (menggebu-gebu). Tapi, itu justru menunjukkan bahwa Rasulullah betapa sangat mencintai umatnya. Beliau tersiksa kalau orang nggak dapat hidayah,” jelasnya.

Begitu pula saat mengajar ngaji. Gus Baha mengakui jika ia niatkan hanya untuk mengaji saja, bukan untuk memahamkan jamaahnya. Apalagi jika yang diajari ngaji orang-orang pintar, orang yang mengajari pasti kecewa.

“Oh pasti kecewa. Tapi kalau targetnya nggak memahamkan, sudah pokoknya ngaji, silaturrahim, guyon bareng. Kalau sudah selesai, pulang. Sudah, pasti nggak sampai kecewa itu,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here