Tips Dari Buya Yahya Agar Terhindar dari Utang dan Riba

258
Buya Yahya.

Jakarta, Muslim Obsession – Utang dan riba biasanya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan, meski tak semua utang itu mengandung unsur riba. Yang pasti banyak orang, khususnya umat Islam yang masih terjebak dalam perputaran utang dan riba.

Lalu bagaimana caranya agar kita terbebas dari utang dan riba? Buya Yahya pun memberikan tips terkait hal ini. Melalui akun youtubenya yang diunggah di channel Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan terkait utang dan riba.

Awalnya dalam ceramah itu, ada seorang jamaah pengajian perempuan yang mengaku ayahnya terjerat utang riba di bank. Ia pun sekolah dan dibiayai dengan hasil utang itu.

Karena sudah mengerti hukum utang riba yang haram, anak tersebut mengingatkan ayahnya. Sang ayah pun ingin berhenti.

Baca juga:Kata Siapa Puasa Rajab itu Bid’ah? Simak Penjelasan Buya Yahya!

Baca juga: Nasehat Buya Yahya untuk Wanita yang sedang Jatuh Cinta

Tapi, setelah utang pertama lunas, ternyata hendak utang lagi untuk menutupi utang lain yang ada di orang lain. Ia pun bertanya, Bagimanna hukumnya, menutup utang riba dengan utang riba yang lain?

Buya Yahya mengatakan, Allah Yang Maha Pengasih tidak menghukum orang yang tidak tahu dari hukum sebuah syariat. Tetapi, jika sudah mengetahui hukumnya, maka berbeda lagi.

“Jika utang ditutup dengan utang riba lagi, itu sama halnya tidak mau ditembak tapi rela dibom. Tidak boleh memadamkan api dengan api yang lain,” katanya.

Maka, untuk keluar dari jerat utang riba ini, ada cara yang harus ditempuh. Yang paling mendasar adalah komitmen untuk tidak utang riba lagi setelah tahu hukumnya dalam Islam.

Baca juga:Bagaimana Jika Dilamar Orang yang Kurang Baik Agamanya? Ini Jawaban Buya Yahya

Hal penting lain dalam utang-piutang menurut Islam adalah mencatat semua utang, hitam di atas putih. Dengan ada catatan, maka ada dasar untuk menagih dan mengingatkan.

Bagi yang berutang, ia punya kemauan untuk membayar. “Dengan cara itu, Allah akan menolong untuk membuka rezeki kita agar kita bisa membayar utang,” kata Buya Yahya.

Sebab, orang yang sejak awal utang punya niat untuk kabur dan tidak melunasi utangnya, maka ia menanggung dosa besar dan Allah akan sempitkan rezekinya.

Baca juga:Susah Shalat tapi Selalu Ingat Allah, Ini Nasehat Buya Yahya

Karena itu, kata Buya akan indah bila orang yang punya utang dan sudah memiliki uang untuk melunasi, maka wajib baginya melunasi utang.

Bila belum ada uang, maka yang memberi utang wajib memberi tempo tanpa mengenakan biaya tambahan lagi atau denda.

Jika memang tidak punya uang buat melunasi, sebenarnya yang memberi utang tidak boleh memaksa. “Masak ayah Anda mau dipaksa untuk mencuri agar bisa lunas utang?” cetusnya.

Sehingga, lanjut Buya, jika memang belum ada kemampuan melunasi, lebih baik datang baik-baik kepada yang memberi utang. Jika dimarahi, sudah menjadi risiko. Hal itu lebih baik, dari pada harus utang dengan cara riba.

“Datangi ia, sampaikan dengan lembut bahwa benar-benar belum mampu melunasi, insha Allah akan diberi kelonggaran. Setelah itu ikhtiar dan berdoa memohon pertolongan Allah. Sebab, tanda tobat dari riba adalah tidak mengulangi utang riba,” katanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here