Tingkatkan Wisata Muslim, Pemprov Sulsel Fokus Kembangkan Wisata Halal

517
Lombok, Indonesia (Photo: Mytrip123)

Sulsel, Muslim Obsession – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memfokuskan kepada program pengembangan Wisata Halal bertema “Moslem Friendly” di Tanah Toraja dan Toraja Utara  guna meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, Pemprov berkomitmen untuk mengembangkan destinasi yang ada di Toraja agar semakin maju. Bahkan menurutnya, anggaran dan interaksi semakin besar di dua kabupaten ini. Toraja sendiri terkenal akan atraksi dan budayanya hingga ke mancanegara.

“Salah satu yang dibahas adalah tentang potensi pasar moeslim friendly destination. Diketahui dari data PHRI Torut menyebutkan 73 persen wisatawan yang datang ke Toraja wisatawan domestik dan hanya 27 wisatawan mancanegara. Hampir 75 persennya juga wisatawan muslim,” kata Wagub Andi Sudirman dalam keterangan persnya, Selasa (5/3/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Toraja Utara, Harli Patriatno, menjelaskan, sejak 2017 bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepala Dinas (Kadin) Toraja Utara,mendorong hadirnya sertifikasi halal. Ia menyatakan, ada 12 rumah makan yang menurut MUI Toraja Utara sudah sesuai ketentuan yang berlaku, namun memang masih butuh pengembangan berikutnya.

Melihat data destinasi wisata dan upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah selama ini, konsep wisata moslem friendly dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan. Sebagai tuan rumah, Torut dapat menyambut tamu wisatawan dengan ramah sesuai dengan kebutuhan fasilitas penunjang yang mereka butuhkan, dalam hal ini termasuk masalah makanan.

“Bukan berarti kami di Toraja haram, tetapi bagaimana kita mempersiapkan fasilitas bagi tamu kita yang kebetulan muslim. Paling tidak, kita mendorong ada rumah makan bersertifikat halal MUI. Kemudian kita mempersiapkan untuk mushollah. Pengertiannya itu bagaimana kita menyambut mereka nyaman dan enak selama berkunjung,” terangnya.

Ia menjelaskan, Pemda sudah menjalankan berapa tahun terakhir, tetapi mengusulkan agar penamaan lebih mudah diterima masyarakat serta pas dengan kearifan lokal. Moslem Friendly lebih mudah disosialisasikan dan diterima masyarakat saat ini.

“Kami usul konsep moslem friendly tourism mungkin lebih pas digunakan Pak Wagub. Kami sudah jalan berapa tahun terakhir,” harapnya.

Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Pemda Toraja selama itu baik untuk wisata di Toraja, termasuk mendukung penuh konsep moslem friendly tourism.

Selain itu, Penggagas Forum Pemuda Peduli Toraja, Brikken Linde Bonting mengatakan, respons masyarakat Toraja beragam atas pernyataan dan rencana program Pemprov Sulsel terkait wisata halal. Menurutnya, hal itu menjadi persoalan karena yang disampaikan di media tidak runut dan lengkap.

“Masyarakat yang ada di perantauan maupun yang ada di Toraja, menjawab dengan pandangan-pandangan mereka,” ujarnya.

Pempov sendiri fokus pada pengembangan wisata Toraja. Adat dan budaya dan atraksi Toraja sebagai daya tarik sudah harga mati sebagai kearifan lokal yang tidak berubah. Saat ini yang digodok adalah adanya petunjuk spot-spot kebutuhan khusus untuk fasilitas dan kuliner ramah pengunjung muslim.

“Tapi pemprov mendengar aspirasi untuk diputuskan oleh Toraja sendiri konsepnya,” lanjutnya.

Sedangkan, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Provinsi Sulsel Djamila Hamid, menjelaskan bahwa konsep Moslem Friendly ini tidak akan mengubah kebiasaan dan budaya masyarakat setempat. “Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima ini dan tidak ada lagi miss komunikasi,” harapnya.

Diketahui, beberapa negara yang pariwisatanya maju juga mengaplikasikan konsep Moslem Friendly Destination, seperti di antaranya Thailand, Jepang dan Korea Selatan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here